Dua Gol Lionel Messi Bungkam Austria, Argentina Segel Tiket 32 Besar

Sketsamalang.com — Tim nasional (timnas) Argentina memastikan diri melangkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan timnas Austria dengan skor meyakinkan 2-0. Pertandingan matchday kedua Grup J yang berlangsung di Stadion Dallas, Texas, pada Senin (22/6/2026) waktu setempat atau Selasa dini hari WIB tersebut menjadi panggung pembuktian kepiawaian sang kapten, Lionel Messi, yang memborong seluruh gol kemenangan sekaligus memecahkan rekor dunia.

Sejak peluit pertama dibunyikan, anak-anak asuh Lionel Scaloni langsung mengambil inisiatif serangan. Laga baru berjalan delapan menit saat skuad Albiceleste mendapatkan hadiah penalti setelah Lautaro Martinez dijatuhkan bek Austria di area terlarang. Namun, tensi tinggi pertandingan tampaknya memengaruhi Lionel Messi. Eksekusi penalti mendatarnya melebar di sisi kiri gawang Alexander Schlager, membuat publik stadion terperangah.

Kegagalan tersebut tidak meruntuhkan mental sang megabintang. Memasuki menit ke-38, skema serangan rapi yang diinisiasi oleh Thiago Almada berhasil membelah pertahanan berlapis Austria. Bek kiri Facundo Medina melepaskan umpan silang akurat yang langsung disambar dengan sepakan first-time oleh Messi. Bola bersarang rendah di sudut gawang Austria, mengubah skor menjadi 1-0. Gol ini sekaligus menandai gol ke-17 Messi di ajang Piala Dunia, melampaui rekor legenda Jerman, Miroslav Klose (16 gol).

Memasuki paruh kedua, intensitas laga kian meningkat. Austria yang diarsiteki oleh Ralf Rangnick menerapkan strategi menekan secara agresif demi mengejar ketertinggalan. Fisik keras yang diperagakan tim Eropa ini sempat memicu ketegangan di lapangan, berujung kartu kuning bagi Konrad Laimer dan Facundo Medina pada menit ke-77.

Melihat situasi tersebut, Scaloni bergerak cepat memperkuat lini pertahanan dengan memasukkan Leandro Paredes dan Nicolas Tagliafico. Strategi tersebut terbukti jitu dalam meredam gelombang gempuran balik Austria yang dikomandoi David Alaba.

Drama sesungguhnya terjadi pada masa cedera (injury time). Ketika seluruh pemain Austria maju membantu skema sepak pojok, Argentina melancarkan serangan balik kilat. Melalui kemelut di depan gawang pasca-tembakan Julian Alvarez yang sempat tertepis, Messi dengan sigap menyambar bola liar pada menit ke-90+5. Skor berubah 2-0 untuk keunggulan Argentina dan bertahan hingga laga usai.

Gol penutup tersebut tidak sekadar mengunci kemenangan, tetapi juga mengukuhkan torehan kolektif Messi menjadi 18 gol sepanjang kariernya di Piala Dunia. Ia kini resmi berdiri sendiri sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa dalam sejarah turnamen akbar sepak bola dunia, melewati rekor pesepak bola wanita Brasil, Marta (17 gol). Dengan koleksi enam poin penuh dari dua laga, sang juara bertahan dipastikan lolos ke fase gugur dengan menyisakan satu pertandingan di babak grup.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *