Bukan Sekadar PKKMB, Maba FTAB UB Siapkan 1.000+ Solusi untuk Negeri

Sketsamalang.com – Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya (UB) resmi memulai Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Rajawali 2026. Kegiatan yang berlangsung di GOR Pertamina UB, Kamis (13/8/2026), diikuti 1.175 mahasiswa baru.

Dekan FTAB UB Prof. Yusuf Hendrawan, STP., M.App.Life.Sc., Ph.D. mengatakan, PKKMB tahun ini digelar secara bertahap. Kegiatan di tingkat fakultas berlangsung selama satu hari, kemudian dilanjutkan selama tiga hari di tingkat departemen.

“Untuk level fakultas ini, total kami menerima 1.175 mahasiswa baru. Mereka akan mendapatkan berbagai kegiatan pengenalan kehidupan kampus, khususnya mengenai aturan, etika, serta proses pembelajaran di Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem,” ujar Yusuf.

Menurutnya, FTAB UB kembali menghadirkan program khas sebagai bagian dari PKKMB. Jika tahun sebelumnya mahasiswa mendapatkan sertifikasi kecerdasan artifisial (AI) internasional, tahun ini mahasiswa akan diarahkan menghasilkan karya bertajuk “1.000+ Inovasi untuk Negeri”.

Dalam program tersebut, mahasiswa diminta menyusun mind map berisi solusi akademik terhadap berbagai persoalan yang berkaitan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.

“Jadi, nanti kami akan mengumpulkan 1.000 lebih mind map yang akan dibukukan. Buku tersebut diharapkan menjadi rekomendasi bagi pemangku kebijakan dalam menyelesaikan berbagai persoalan SDGs di Indonesia,” jelasnya.

Dekan FTAB UB Prof. Yusuf Hendrawan, STP., M.App.Life.Sc., Ph.D. bersama Wakil Dekan

Yusuf menyebut, gagasan tersebut menjadi upaya FTAB untuk memberikan kontribusi dari perspektif akademik. Kumpulan solusi mahasiswa nantinya akan dikemas dalam sebuah buku yang mengangkat gagasan mengenai solusi untuk negeri.

Selain program inovasi SDGs, mahasiswa baru FTAB juga akan mendapatkan sertifikasi Green Campus dan sertifikasi integritas.

Program sertifikasi integritas, kata Yusuf, berkaitan dengan komitmen FTAB dalam membangun budaya integritas di lingkungan akademik. FTAB UB hingga kini disebut masih menjadi satu-satunya fakultas di Indonesia yang meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

“Karena FTAB menjadi satu-satunya fakultas di Indonesia yang memperoleh predikat WBBM, kami harus menjadi contoh bagaimana mengembangkan zona integritas di lingkungan akademik. Karena itu, kami ingin melahirkan lulusan-lulusan FTAB yang semuanya berintegritas,” katanya.

Dalam PKKMB tahun ini, materi pembekalan mahasiswa juga disampaikan oleh unsur internal fakultas. Materi antara lain berasal dari Wakil Dekan I, Wakil Dekan II, Wakil Dekan III, serta sejumlah unit layanan di lingkungan FTAB UB.

Yusuf menambahkan, FTAB juga menegaskan komitmennya menciptakan lingkungan kampus yang aman dan bebas dari perundungan (bullying) serta pelecehan seksual.

“Yang jelas untuk *zero bullying*, karena kami mengutamakan profesionalitas dan pelayanan. Kami sangat menentang berbagai bentuk bullying, pelecehan seksual, dan tindakan lain yang merugikan mahasiswa,” tegasnya.

Ia menuturkan, FTAB menyediakan layanan konseling dan psikolog bagi mahasiswa yang membutuhkan pendampingan. Menurutnya, layanan tersebut menjadi bagian dari upaya fakultas memastikan mahasiswa memperoleh dukungan selama menjalani kehidupan akademik.

PKKMB Rajawali 2026 pun tidak hanya menjadi sarana memperkenalkan lingkungan kampus kepada mahasiswa baru. FTAB UB menjadikannya sebagai pintu masuk untuk menanamkan nilai integritas, kepedulian terhadap lingkungan, serta kemampuan mahasiswa dalam menawarkan solusi atas persoalan bangsa.

Dengan melibatkan 1.175 mahasiswa baru, program “1.000+ Inovasi untuk Negeri” diharapkan menghasilkan gagasan yang tidak berhenti sebagai tugas akademik, tetapi dapat terdokumentasi dan menjadi referensi dalam melihat berbagai persoalan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *