Boon Pring Sanankerto: Anugerah Bambu yang Bertumbuh dalam Keberlanjutan Hidup

Oleh: Nadila Auliatul Faizah (Mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Merdeka Malang)

Sketsamalang.com – Wisata Boon Pring yang terletak di Desa Sanankerto, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, dahulu dikenal masyarakat dengan nama Wisata Andeman. Kawasan ini memanfaatkan area hutan bambu sebagai destinasi wisata berbasis alam dan konservasi. Seiring waktu, destinasi ini menguatkan identitas melalui branding “Boon Pring” yang bermakna anugerah bambu. Penamaan tersebut merepresentasikan bambu sebagai karunia alam yang dijaga keberlanjutannya untuk masa kini dan masa depan.

Boon Pring memiliki kawasan hutan bambu seluas 36,8 hektare dengan sekitar 115 spesies bambu. Keberadaan bambu bukan hanya bernilai estetika, tetapi juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Bambu diketahui mampu menghasilkan sekitar 35 persen lebih banyak oksigen dibandingkan tanaman lain. Selain itu, satu hektare hutan bambu dapat menyerap hingga 17 ton karbon dioksida per tahun sehingga berfungsi sebagai pabrik oksigen alami dalam mengurangi polusi dan pemanasan global.

Wisata Perahu di Boon Pring

Peran bambu di Boon Pring juga sangat erat dengan keberlanjutan sumber daya air. Di kawasan ini terdapat tujuh mata air besar dan puluhan mata air kecil yang menjadi indikator perubahan musim. Saat musim hujan, bambu menyimpan air di ruas-ruas batangnya. Ketika musim kemarau, air tersebut dilepaskan untuk membasahi akar dan sisanya muncul sebagai mata air. Debit air ini telah menghidupi ratusan hektare sawah warga sehingga petani tetap dapat menanam padi sepanjang tahun.

“Boon Pring berkelanjutan kehidupannya untuk masa depan. Masyarakat merasakan dampaknya tidak sekadar aspek ekonomi tetapi kesehatan dan lingkungan hidup juga terjamin,” ujar Pak Rudi selaku Ketua Pokdarwis Desa Sanankerto. Melalui pengelolaan pariwisata berbasis konservasi, Boon Pring tidak hanya menjadi ruang rekreasi alam, tetapi juga sarana edukasi lingkungan. Setiap kunjungan menjadi bentuk dukungan nyata terhadap perawatan bambu dan kelestarian ekosistem yang memberi manfaat luas bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *