Sketsamalang.com – Koperasi Konsumen Setia Budi Wanita (Kopmen SBW) Malang, Jawa Timur, terus memperkuat kaderisasi dan pemahaman ideologi kelembagaan melalui Pendidikan Ke-SBW-an dan Pemantapan Sistem Tanggung Renteng angkatan ke-232.
Kegiatan yang diikuti 64 anggota tersebut berlangsung di Aula Kendedes, Gedung Graha Pradjna Paramitha, Minggu (18/10/2026). Pembukaan dilakukan secara virtual oleh Ketua Umum Kopmen SBW Malang, Dr. Sri Untari, M.AP.
Pendidikan dan pelatihan (diklat) ini telah dirintis sejak April 2008 dan menjadi agenda berkelanjutan yang wajib ditempuh satu kali oleh setiap anggota koperasi.
Sertifikat kelulusan dari kegiatan tersebut menjadi salah satu persyaratan untuk mengakses berbagai fasilitas dan layanan yang tersedia di Kopmen SBW.
Proses pembelajaran dipandu oleh tim gabungan yang terdiri atas unsur Pembina Pendamping Lapangan (PPL) serta Kepala Learning Center Kopmen SBW, Deddy Satya Dewanto, S.Sos., M.M.
Materi pelatihan mencakup profil dan sejarah Kopmen SBW, dasar-dasar perkoperasian, serta sejarah lahirnya sistem tanggung renteng. Peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai penerapan nilai dan prinsip tanggung renteng dalam aktivitas kelompok anggota sehari-hari.
Sistem tanggung renteng menjadi salah satu fondasi tata kelola Kopmen SBW Malang. Sistem ini menekankan nilai kebersamaan, tanggung jawab bersama, kekeluargaan, dan gotong royong dalam menjalankan kehidupan berkoperasi.
Penerapan prinsip tersebut juga menjadi wujud pengamalan nilai-nilai Pancasila sekaligus upaya menjaga jati diri koperasi yang berasaskan kekeluargaan.
Melalui Pendidikan Ke-SBW-an dan Pemantapan Sistem Tanggung Renteng, Kopmen SBW Malang terus menjaga kesinambungan kaderisasi serta memperkuat pemahaman anggota terhadap nilai, prinsip, dan mekanisme berkoperasi.
Pelaksanaan hingga angkatan ke-232 menunjukkan keberlanjutan komitmen koperasi dalam membangun anggota yang memahami identitas kelembagaan dan mampu menerapkan sistem tanggung renteng dalam kegiatan kelompok.







