Descendants of the Sun Versi Indonesia Dibintangi Reza Rahadian dan Dian Sastro Tembus Pasar Busan

Sketsamalang.com, JAKARTA — Film Descendants of the Sun (DotS) versi Indonesia yang dibintangi Reza Rahadian dan Dian Sastrowardoyo mulai diarahkan ke pasar internasional. Barunson E&A akan membuka penjualan hak distribusi internasional film tersebut dalam ajang Asian Contents & Film Market (ACFM) di Busan, Korea Selatan, pada 10–13 Oktober.

Film layar lebar ini merupakan adaptasi dari serial Korea Selatan Descendants of the Sun yang pertama kali tayang pada 2016. Proyek tersebut diproduksi melalui kolaborasi Dapur Film, Tobali Putra Productions, NEWKO, Barunson C&C, serta NEW (Next Entertainment World) sebagai pemilik hak kekayaan intelektual serial orisinal.

Produksi film telah rampung untuk dua bagian yang dikerjakan secara berurutan. Bagian pertama ditargetkan tayang di bioskop Indonesia pada pertengahan 2027.

Kehadiran film ini di pasar Busan bertepatan dengan satu dekade sejak serial Descendants of the Sun pertama kali ditayangkan. Serial tersebut menjadi salah satu judul yang turut memperluas popularitas drama Korea ke berbagai negara.

Di Korea Selatan, serial orisinal tersebut mencatat rating puncak 38,8 persen. Drama ini juga menjadi salah satu drama Korea yang ditayangkan secara bersamaan di China. Platform iQIYI mencatat lebih dari dua miliar penayangan untuk serial tersebut.

Distribusi Descendants of the Sun kemudian menjangkau lebih dari 30 wilayah, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman, Jepang, dan Rusia. Popularitasnya juga cukup kuat di Indonesia ketika pertama kali ditayangkan satu dekade lalu.

Diadaptasi dengan Latar Indonesia

Versi Indonesia membawa kisah romansa utama ke dalam latar, lingkungan, serta konteks budaya Indonesia. Meski demikian, tim produksi tetap mempertahankan inti emosional cerita dari karya aslinya.

Film ini disutradarai Hanung Bramantyo, salah satu sutradara Indonesia yang memiliki sejumlah karya box office. Hanung sebelumnya menyutradarai Miracle in Cell No. 7, adaptasi Indonesia dari film Korea Selatan dengan judul yang sama.

Reza Rahadian dan Dian Sastrowardoyo dipercaya sebagai pemeran utama. Reza sebelumnya membintangi Vengeance Is Mine, All Others Pay Cash yang meraih Golden Leopard di Locarno. Sementara Dian Sastrowardoyo dikenal melalui sejumlah proyek, termasuk serial Netflix Gadis Kretek (Cigarette Girl) dan film The Fox King yang ditayangkan perdana di Toronto International Film Festival.

CEO Barunson E&A Yoonhee Choi mengatakan, popularitas Descendants of the Sun setelah 10 tahun menjadi salah satu modal penting dalam pengembangan versi Indonesia.

“Sepuluh tahun berlalu, Descendants of the Sun masih menjadi salah satu judul yang disebut ketika membicarakan awal gelombang K-drama,” ujar Yoonhee Choi.

Menurutnya, kekuatan kekayaan intelektual Korea tersebut menjadi titik awal bagi pengembangan film, bukan tujuan akhir. Adaptasi Indonesia menghadirkan cerita yang telah dikenal penonton dalam lanskap dan perspektif lokal.

“Film ini mempertahankan kedekatan dari cerita yang sudah dikenal dan dicintai penonton, sekaligus membawanya ke konteks baru dan, kami percaya, menjangkau penonton di luar Indonesia,” lanjutnya.

CEO Barunson C&C sekaligus produser eksekutif film, Woosik Seo, turut mengapresiasi pendekatan Hanung Bramantyo dalam mengadaptasi cerita tersebut.

“Sebagai produser di balik serial orisinal, saya sangat mengagumi bagaimana sutradara menghormati semangat cerita aslinya sekaligus menciptakan kisah yang benar-benar Indonesia,” katanya.

Selain Descendants of the Sun*, Barunson E&A juga membawa sejumlah proyek lain ke ACFM Busan. Di antaranya Satan’s Slaves: Origin, prekuel dari waralaba horor karya Joko Anwar; Stoneborn, film misteri okultisme dari tim kreatif Exhuma; serta Ugly Duckling Ms. Maeng, film komedi yang akan diperkenalkan dalam rangkaian Busan International Film Festival.

Dengan masuknya Descendants of the Sun versi Indonesia ke pasar internasional, film yang menggabungkan IP Korea dengan latar dan talenta Indonesia tersebut mulai membuka peluang distribusi ke penonton global.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *