Sketsamalang.com, MALANG – SMAN 1 Turen terus mendorong siswanya memiliki wawasan pendidikan yang lebih luas, termasuk mempertimbangkan perguruan tinggi ternama di dunia Islam sebagai tujuan studi lanjutan.
Kepala SMAN 1 Turen, Agus Harianto, mengatakan peluang pendidikan bagi siswa tidak seharusnya hanya berorientasi pada negara-negara yang selama ini populer menjadi tujuan studi, seperti Jepang, Cina, Jerman, Australia, dan Amerika Serikat.
Menurutnya, siswa juga perlu mengenal berbagai institusi pendidikan dunia yang memiliki reputasi kuat, salah satunya Al-Azhar University di Kairo, Mesir.
“Dunia ini luas, pendidikan itu luas. Saya ingin memperkenalkan bahwa kesempatan tidak hanya di negara-negara yang selama ini sering diikuti anak-anak. Kita juga memiliki Al-Azhar University yang luar biasa. Pikiran positif ini yang ingin saya tanamkan,” ujar Agus.
Agus menilai pengenalan terhadap keberagaman budaya dan tradisi Islam di berbagai negara juga penting dalam membentuk wawasan siswa. Salah satunya melalui pemahaman mengenai perbedaan tradisi keislaman antara masyarakat Kairo dan Indonesia.
Ia menilai tradisi Islam di Indonesia memiliki karakter tersendiri yang dekat dengan kehidupan masyarakat serta berlangsung dalam suasana yang hangat.
Selain memperluas wawasan pendidikan, SMAN 1 Turen juga terus memperkuat pembinaan karakter religius dan adab siswa di lingkungan sekolah.
Hal tersebut dilakukan melalui berbagai kegiatan keagamaan, termasuk menghadirkan penceramah dan tamu dari luar sekolah. Penampilan selawat siswa dalam kegiatan keagamaan yang digelar pada Jumat lalu juga menjadi bagian dari upaya tersebut.
Sekolah turut mengoptimalkan fungsi masjid sebagai pusat pembinaan keagamaan. Para siswa diarahkan untuk melaksanakan salat di masjid sekolah secara terpusat.
Pembinaan juga diterapkan melalui Tim Tata Tertib (Tatib). Agus menekankan agar penanganan pelanggaran siswa tidak semata-mata berorientasi pada pemberian skor atau sanksi.
Tim Tatib diharapkan mengedepankan pendekatan edukatif dengan memberikan pemahaman kepada siswa agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.
“Penanganan pelanggaran harus mendidik. Jangan hanya memberikan skor, tetapi bagaimana anak memahami kesalahannya dan tidak mengulanginya,” demikian semangat pembinaan yang diterapkan sekolah.
Untuk siswa yang membutuhkan pembinaan lebih intensif, SMAN 1 Turen juga menyediakan program ma’had atau pesantren sekolah.
Program tersebut dibina oleh ustaz dan alumni pondok pesantren, di antaranya Ustaz Ilham dan Ustaz Hamid. Kehadiran program ini diharapkan dapat memberikan pendampingan keagamaan sekaligus memperkuat pembentukan karakter siswa.
Melalui perpaduan wawasan global, kesempatan pendidikan yang luas, dan penguatan adab, SMAN 1 Turen berharap para siswa mampu tumbuh menjadi generasi yang santun, tertib, dan berprestasi.
Tidak hanya di tingkat nasional, siswa juga didorong memiliki kepercayaan diri untuk bersaing dan berkiprah di tingkat internasional.






