SDN Lesanpuro 3 Malang Hadirkan BESTIE, Inovasi Cegah Bullying Berbasis AI

Sketsamalang.com – SDN Lesanpuro 3 Kota Malang terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah anak. Salah satu inovasi terbaru yang dikembangkan adalah BESTIE (Bilik Ekspresi Solutif Terintegrasi Inspiratif Empati), sebuah sistem pelaporan anti-bullying berbasis Artificial Intelligence (AI) yang memberikan ruang aman bagi siswa untuk menyampaikan berbagai persoalan secara rahasia.

Melalui BESTIE, peserta didik dapat melaporkan dugaan perundungan, kesulitan belajar, hingga persoalan pribadi tanpa rasa takut identitasnya diketahui oleh teman maupun pihak lain.

Kepala SDN Lesanpuro 3 Malang, Supriyatin, S.Pd., M.Pd., mengatakan inovasi tersebut lahir dari komitmen sekolah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada siswa dan orang tua.

“Prioritas kami adalah melayani peserta didik dengan sebaik-baiknya. Sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan ramah anak, tanpa adanya bullying,” ujarnya.

Menurut Supriyatin, ide pengembangan BESTIE muncul dari forum Komunitas Belajar guru saat mengikuti ajang inovasi pendidikan. Salah seorang guru, mengusulkan adanya aplikasi yang memungkinkan siswa menyampaikan keluhan secara aman.

“Selama ini banyak anak yang takut melapor kepada wali kelas atau kepala sekolah. Dengan adanya BESTIE, mereka lebih berani menyampaikan apa yang dialami tanpa rasa khawatir,” katanya.

Ia menjelaskan, laporan yang masuk hanya dapat diakses oleh admin aplikasi sehingga identitas pelapor tetap terjaga. Dari laporan tersebut, sekolah kemudian melakukan pemetaan terhadap permasalahan yang sering muncul, termasuk apabila ada siswa yang berulang kali dilaporkan melakukan perundungan.

“Yang mengetahui hanya admin. Setelah itu kami lakukan tindak lanjut bersama wali kelas dan kepala sekolah. Pendekatannya tetap pembinaan, bukan hukuman,” jelasnya.

Kepala SDN Lesanpuro 3 Malang, Supriyatin, S.Pd., M.Pd.

Supriyatin menegaskan, apabila diperlukan, sekolah juga akan mengajak orang tua berdialog agar penyelesaian masalah dilakukan secara kekeluargaan tanpa memicu konflik antarkeluarga.

“Kami tidak ingin persoalan anak berkembang menjadi konflik di luar sekolah. Semua diselesaikan melalui komunikasi yang baik bersama guru dan orang tua,” tuturnya.

Lebih dari sekadar sarana pelaporan perundungan, BESTIE juga menjadi media bagi siswa untuk menyampaikan kesulitan belajar, kondisi psikologis, hingga persoalan ekonomi keluarga yang berpotensi menghambat proses pendidikan.

Melalui laporan tersebut, guru dapat memberikan pendampingan yang lebih tepat sesuai kebutuhan masing-masing siswa.

“Kalau ada anak yang kesulitan memahami pelajaran, mengalami masalah di rumah, atau membutuhkan bantuan perlengkapan sekolah, kami bisa segera memberikan solusi. Jangan sampai ada anak yang memendam masalah sendirian,” kata Supriyatin.

Ia menambahkan, setiap persoalan yang disampaikan siswa akan dibahas dalam forum Komunitas Belajar sebagai bahan evaluasi sekaligus berbagi praktik baik antar guru.

Keberadaan BESTIE juga mendapat respons positif dari para orang tua. Menurut Supriyatin, sejak sistem tersebut berjalan, sejumlah siswa yang sebelumnya menjadi korban ejekan mulai merasa lebih nyaman berada di sekolah.

“Orang tua merasa senang karena anak-anak kini memiliki tempat yang aman untuk bercerita. Mereka tidak lagi memendam masalah sendirian,” ujarnya.

Selain itu, pendekatan yang dilakukan sekolah dinilai mampu mencegah kesalahpahaman antara orang tua siswa karena setiap persoalan diselesaikan secara tertutup dan profesional.

Supriyatin berharap inovasi BESTIE tidak hanya bermanfaat bagi SDN Lesanpuro 3, tetapi juga dapat menginspirasi sekolah lain dalam membangun ekosistem pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari bullying.

“Kami berharap BESTIE bisa menjadi inspirasi bagi sekolah lain agar semakin banyak lingkungan belajar yang benar-benar ramah anak. Bahkan saat ini Aplikasi BESTIE sudah direplikasi oleh SDN Modangan 5 Kabupaten Blitar,” tandasnya.

Ketua Tim BESTIE, Suratin, S.Pd. mewakili tim yang terdiri dari Nur Liya Arini, S.Pd dan Moch. Aqireza Hermawan menjelaskan bahwa ide tersebut muncul karena sebagian besar kasus bullying tidak terdeteksi sejak dini akibat minimnya keberanian peserta didik untuk melapor.

“Program ini berawal dari Sekolah Ramah Anak. Setelah TPPK terbentuk, saya melihat perlunya saluran pelaporan yang mudah diakses, aman, dan mampu menjaga kerahasiaan pelapor. Banyak kasus bullying tidak terdeteksi sejak awal karena anak-anak takut melapor,” ujarnya.

Menurut Suratin, rasa takut dicap sebagai “tukang adu”, kekhawatiran laporan tidak ditindaklanjuti secara serius, hingga ancaman balasan dari pelaku menjadi alasan utama siswa memilih diam.

Melalui BESTIE, sekolah menyediakan sebuah bilik digital privat yang memungkinkan peserta didik mengisi kuesioner secara mandiri dengan dukungan teknologi AI. Sistem ini membantu sekolah mendeteksi indikasi perundungan maupun persoalan psikososial lainnya lebih cepat sehingga dapat segera ditindaklanjuti oleh TPPK.

“BESTIE bukan sekadar tempat curhat. Ini adalah sistem pelaporan yang mengutamakan privasi peserta didik sekaligus membantu sekolah mengidentifikasi masalah sejak dini agar penanganannya lebih cepat dan tepat,” jelasnya.

Selain menjadi sarana pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah, inovasi tersebut juga diharapkan mampu membangun budaya saling peduli, empati, serta meningkatkan rasa aman bagi seluruh peserta didik selama mengikuti proses pembelajaran.

Keunikan inovasi BESTIE juga mengantarkan SDN Lesanpuro 3 Malang mengikuti ajang Innovative Government Award (IGA). Setelah diikutsertakan pada tingkat daerah, kini inovasi tersebut resmi diajukan dalam Innovative Government Award (IGA) Kemendagri Tahun 2026.

Melalui inovasi ini, SDN Lesanpuro 3 Malang menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan, dapat menjadi solusi efektif dalam memperkuat perlindungan anak serta mewujudkan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *