MPLS Berjalan Sukses, Siswa Baru SMAN 1 Purwosari Cepat Beradaptasi dan Aktif di Ekstrakurikuler

Sketsamalang.com – Suasana ceria dan penuh semangat terlihat di lingkungan SMAN 1 Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Kamis (23/7/2026). Baru lima hari menjalani kegiatan belajar mengajar setelah mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), para siswa baru sudah mampu berbaur dengan warga sekolah dan aktif mengikuti berbagai kegiatan ekstrakurikuler.

Antusiasme tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan sekaligus Koordinator Ekstrakurikuler, Totok. Ia mengaku bangga melihat keberanian siswa untuk mengembangkan potensi sejak awal tahun ajaran 2026/2027.

Kami bangga melihat semangat luar biasa yang ditunjukkan para siswa. Mereka sudah mampu beradaptasi dengan baik, membangun kebersamaan, dan mulai aktif mengikuti berbagai ekstrakurikuler.

Menurut Totok, hampir seluruh kegiatan ekstrakurikuler mendapat sambutan positif dari peserta didik baru. Mulai dari bidang olahraga, seni, organisasi, hingga pengembangan karakter menjadi pilihan siswa untuk mengasah bakat dan minat.

“Kami berharap dari semangat ini akan lahir banyak prestasi baru, baik dari siswa kelas X maupun siswa kelas XI dan XII yang selama ini juga terus berkembang,” ujarnya.

Kepala Sekolah dan Guru SMAN 1 Purwosari 2026

Humas SMAN 1 Purwosari, Mahfudz, menjelaskan bahwa cepatnya adaptasi siswa tidak lepas dari keberhasilan pelaksanaan MPLS yang berlangsung secara edukatif, humanis, dan bebas dari praktik perpeloncoan.

MPLS Tahun Pelajaran 2026/2027 dilaksanakan selama sepekan, mulai 9 hingga 17 Juli 2026. Kegiatan tersebut dirancang tidak hanya untuk mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, wawasan kebangsaan, dan kepedulian sosial peserta didik baru.

Rangkaian kegiatan diawali dengan tes psikologi, salat berjamaah, dan pra-MPLS pada 9 Juli sebagai proses adaptasi awal terhadap budaya sekolah.

Pada pembukaan resmi 13 Juli, siswa dikenalkan dengan profil sekolah, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, visi dan budaya sekolah, kurikulum, program unggulan, organisasi siswa, hingga penguatan karakter melalui Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH).

Hari-hari berikutnya diisi dengan berbagai materi pembentukan karakter, seperti eksplorasi diri, gerakan “Rukun dengan Teman”, deklarasi Pelajar Santun, pencegahan pergaulan bebas, bahaya perundungan (bullying), penyalahgunaan narkotika, kejahatan digital, serta penguatan nilai kejujuran dan kepatuhan terhadap tata tertib sekolah.

Siswa juga mengikuti Literasi Berbasis Buku (LBB), asesmen awal, edukasi pola hidup sehat, dan tur mengenal lingkungan serta fasilitas sekolah.

Pada hari keempat, peserta diajak membangun kebersamaan melalui kegiatan mengenal teman, demonstrasi ekstrakurikuler, penampilan OSIS, serta Program ASKI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang dilaksanakan di area kebun sekolah sebagai pembiasaan hidup bersih dan peduli lingkungan.

Rangkaian MPLS ditutup pada 17 Juli dengan upacara penutupan, evaluasi kegiatan, pengumuman peserta terbaik, penghargaan yel-yel terbaik, serta refleksi bersama.

Selama pelaksanaan MPLS, sekolah juga menerapkan sejumlah ketentuan disiplin, seperti kewajiban hadir tepat waktu, mengenakan seragam sesuai jadwal, membawa bekal bergizi dan tumbler, mengikuti salat berjamaah, serta membawa perlengkapan ibadah.

Kegiatan tersebut melibatkan guru dan tenaga kependidikan, psikolog, tenaga kesehatan dari puskesmas, aparat kepolisian, PMR, serta OSIS sebagai pendamping.

Ini merupakan komitmen SMAN 1 Purwosari untuk menghadirkan MPLS yang aman, ramah anak, bebas perpeloncoan, sekaligus menjadi bekal pengetahuan dan pembentukan karakter bagi peserta didik baru.

Kepala SMAN 1 Purwosari, Trisnurini Tantrianingrum, S.Pd., M.M., berharap seluruh rangkaian MPLS dan aktivitas ekstrakurikuler yang telah dimulai mampu menjadi fondasi lahirnya generasi yang berprestasi, berkarakter, dan berintegritas.

“Dengan konsep pembinaan yang edukatif, humanis, dan berorientasi pada penguatan Profil Pelajar Pancasila, kami optimistis para siswa baru mampu beradaptasi dengan cepat, memiliki semangat belajar tinggi, serta menorehkan berbagai prestasi akademik maupun nonakademik pada tahun ajaran 2026/2027,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *