Sketsamalang.com – Tak pernah menyangka akan kembali dipertemukan di panggung internasional, dua alumni MTsN 1 Kota Malang ini justru mengukir prestasi membanggakan untuk Indonesia. Talita Alya Nabilah dari MAN 2 Kota Malang dan Sabrina Yeira Arisandra dari SMA Negeri 3 Kota Malang sukses meraih medali pada ajang International Biology Olympiad (IBO) ke-37 yang berlangsung di Lithuania.
Keduanya pernah mengenyam pendidikan di sekolah yang sama, MTsN 1 Kota Malang di Jalan Bandung. Kini, mereka kembali bertemu sebagai bagian dari empat wakil Indonesia yang bersaing dengan sekitar 300 peserta dari 78 negara dalam salah satu kompetisi biologi paling bergengsi di dunia.
Talita Alya Nabilah berhasil membawa pulang medali perak, sedangkan Sabrina Yeira Arisandra meraih medali perunggu, sekaligus mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
Talita mengaku bersyukur atas capaian yang diraihnya. Menurutnya, kompetisi IBO memiliki tingkat persaingan yang sangat tinggi karena diikuti pelajar-pelajar terbaik dari berbagai negara.
“Alhamdulillah sangat senang dan bersyukur bisa meraih medali perak untuk Indonesia. Ini menjadi pengalaman yang luar biasa,” ujar Talita.
Ia menjelaskan bahwa penentuan peraih medali dilakukan berdasarkan persentase nilai peserta. Sekitar 10 persen peserta terbaik memperoleh medali emas, 20 persen medali perak, dan 30 persen medali perunggu.
Selama mengikuti kompetisi, Talita menjalani serangkaian ujian teori dan praktikum yang menantang. Selain itu, kesempatan berdiskusi dan bertukar pengalaman dengan peserta dari berbagai negara menjadi momen berharga yang sulit dilupakan.
Kepala MAN 2 Kota Malang, H. Samsudin, menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih siswinya.
“Alhamdulillah Talita berhasil mempersembahkan medali perak untuk Indonesia. Kami berharap prestasi ini menjadi bekal untuk meraih kesuksesan berikutnya. Talita kini telah diterima di Sekolah Farmasi ITB dan semoga ilmunya kelak membawa manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Perjuangan Enam Bulan dan Kisah Koper Hilang
Sementara itu, Sabrina Yeira Arisandra mengaku pencapaian medali perunggu merupakan buah dari persiapan panjang selama sekitar enam bulan melalui pemusatan latihan nasional. Namun, kecintaannya terhadap ilmu biologi telah tumbuh sejak lama.
Di balik perjuangan meraih prestasi internasional, Sabrina juga memiliki pengalaman yang tak terlupakan ketika koper miliknya sempat hilang saat berada di Lithuania.
“Kami sempat kebingungan selama dua hari mencari pakaian karena koper hilang. Alhamdulillah akhirnya ditemukan kembali,” kenangnya.
Meski sempat menghadapi kendala tersebut, Sabrina tetap mampu tampil maksimal hingga berhasil membawa pulang medali untuk Indonesia.
Guru Pembimbing Olimpiade Biologi SMA Negeri 3 Kota Malang, Dwi Sulistiarini, M.Pd., mengaku terharu melihat perjalanan Sabrina hingga mencapai prestasi dunia.
“Ini capaian tertinggi Sabrina. Saat OSN kelas X dia gugur, kemudian kelas XI berhasil meraih medali perak nasional hingga lolos pelatnas, dan sekarang mampu meraih medali perunggu di tingkat internasional. Sabrina sangat rajin, memiliki komitmen tinggi, dan memang berbakat di bidang biologi,” ungkapnya.
Menurut Dwi Sulistiarini, keberhasilan tersebut bukanlah hasil yang instan. Ketekunan, disiplin, serta kecintaan Sabrina terhadap biologi menjadi modal utama hingga mampu bersaing dengan peserta terbaik dunia.
Usai menorehkan prestasi internasional, kedua pelajar tersebut telah menentukan langkah pendidikan berikutnya. Talita diterima di Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (ITB), sedangkan Sabrina lolos melalui jalur prestasi di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (UB).
Keberhasilan dua putri terbaik Kota Malang ini menjadi bukti bahwa pembinaan yang berkelanjutan, kerja keras, dan semangat pantang menyerah mampu mengantarkan generasi muda Indonesia mengibarkan Merah Putih di panggung kompetisi sains dunia.






