Imlek 2026: Sambut Tahun Kuda Api dengan Libur Panjang dan Tradisi Penuh Makna

Sketsamalang.com – Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek yang jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026, masyarakat Tionghoa di Indonesia dan seluruh dunia bersiap menyambut tahun baru berdasarkan kalender lunar Tiongkok. Perayaan ini, yang juga dikenal sebagai Chinese New Year, bukan hanya pesta keluarga, melainkan simbol pembaruan, harapan, dan keberuntungan. Tahun ini menandai awal Tahun Kuda Api dalam siklus shio, diharapkan membawa energi dinamis dan perubahan cepat.

Imlek 2026 dimulai pada malam tahun baru, Senin, 16 Februari 2026, dan berlangsung selama 15-16 hari hingga Festival Lentera pada Selasa, 3 Maret 2026. Tradisi utama mencakup makan malam keluarga (reunion dinner), membersihkan rumah untuk mengusir nasib buruk, pembagian angpao (amplop merah berisi uang), pertunjukan barongsai, serta kembang api yang meriah. Di Indonesia, perayaan ini semakin semarak dengan pengaruh budaya lokal, seperti parade Cap Go Meh di berbagai kota.

Shio tahun ini adalah Kuda (Horse), urutan ketujuh dalam 12 shio Tiongkok: Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci, Naga, Ular, Kuda, Kambing, Monyet, Ayam, Anjing, dan Babi. Elemen Api (Fire) menambah karakter energik, penuh gairah, dan petualangan pada shio Kuda.

Orang yang lahir di tahun Kuda—seperti 1930, 1942, 1954, 1966, 1978, 1990, 2002, 2014, dan 2026—diyakini memiliki sifat mandiri, tangguh, cerdas, serta suka tantangan, meski kadang kurang sabar. Tahun Kuda Api diprediksi mendukung inovasi dan kemajuan, sesuai ramalan astrologi Tiongkok.

Libur Imlek

Di Indonesia, pemerintah menetapkan 17 Februari 2026 sebagai hari libur nasional melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026.

Selain itu, cuti bersama pada 16 Februari 2026 menciptakan libur panjang selama empat hari: mulai Sabtu, 14 Februari (akhir pekan), Minggu, 15 Februari, Senin, 16 Februari (cuti bersama), hingga Selasa, 17 Februari (libur nasional). Kebijakan ini memungkinkan masyarakat berkumpul keluarga, bepergian, atau mengikuti acara budaya, sekaligus mendukung sektor pariwisata.

Perayaan Imlek tidak hanya memperkaya keragaman budaya Indonesia, tapi juga mendorong toleransi antarumat beragama. Namun, di tengah pandemi atau isu kesehatan global, disarankan tetap mematuhi protokol kesehatan untuk menjaga keselamatan bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *