HPAI Malang Raya Tanam 2.200 Pohon Dukung Program FOLU Net Sink 2030

Sketsamalang.com – Himpunan Penggiat Adiwiyata Indonesia (HPAI) Wilayah Malang Raya berhasil mengimplementasikan aksi penanaman 2.200 bibit pohon sebagai bagian dari program FOLU Net Sink 2030. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari penetapan penerima manfaat melalui Petikan Keputusan Kepala Biro Perencanaan selaku Project Director FOLU Net Sink 2030, dalam kerangka kerja sama Indonesia–Norwegia tahap kedua dan ketiga (FOLU NC 2&3).

HPAI Malang Raya menjadi salah satu lembaga terpilih untuk menjalankan program tersebut setelah pengajuan proposal penanaman pohon seluas 4 hektare dengan total 2.200 bibit pohon, sebagai kontribusi mitigasi perubahan iklim.

PIC Kelompok Penerima Manfaat HPAI Malang Raya, Sulaiman Sulang

PIC Kelompok Penerima Manfaat HPAI Malang Raya, Sulaiman Sulang, mengatakan bahwa aksi penanaman pohon dilaksanakan dalam dua tahap di kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang, Kelurahan Mulyorejo, Kota Malang.

“Penanaman tahap pertama dilakukan pada 18 Oktober 2025 sebanyak 1.000 pohon, dan tahap kedua pada 22 November 2025 dengan jumlah yang sama. Selain itu, kami menyiapkan 200 bibit cadangan untuk mengganti tanaman yang mati,” ujarnya.

Sulaiman menjelaskan bahwa penentuan lokasi penanaman di TPA Supit Urang didasarkan pada lima pertimbangan utama.

“Pertama, kawasan tersebut membutuhkan upaya mitigasi bencana seperti longsor dan kebakaran sampah. Kedua, penghijauan diperlukan untuk membantu penyerapan polusi udara. Ketiga, lokasi ini berpotensi menjadi kawasan edukasi konservasi tanaman keras dan keanekaragaman hayati. Keempat, penanaman dapat memperluas kawasan hutan kota yang berfungsi sebagai penyerap karbon. Kelima, tentu saja untuk mendukung target FOLU Net Sink 2030 dalam pengurangan laju deforestasi dan degradasi hutan,” jelasnya.

Sejumlah instansi dan komunitas turut serta menanam 1000 pohon

Kegiatan penanaman pohon tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari komunitas lokal, sekolah Adiwiyata, dunia usaha dan industri, kelompok marginal, penyandang disabilitas, hingga kelompok perempuan.

Sulaiman berharap gerakan positif ini dapat terus berlanjut di masa mendatang.

“Menanam pohon dan merawatnya adalah bagian dari sifat mulia. Tanam pohon adalah sedekah oksigen bagi bumi,” ungkapnya.

HPAI Malang Raya juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang mendukung penyelenggaraan program, termasuk Project Manager FOLU-NC 2&3 di Jakarta, Direktorat Konservasi Kawasan Kementerian Kehutanan, Dinas Kehutanan Cabang Malang, DLH Kota Malang, Pemerintah Kelurahan Mulyorejo, pengelola TPA Supit Urang, komunitas masyarakat, tokoh masyarakat, serta panitia internal HPAI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *