Dosen dan Alumni UIN Malang Terlibat di Film ‘Tak Kenal Maka Taaruf’

Sketsamalang.com – Dua civitas akademika Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang ikut andil dalam produksi film berjudul ‘Tak Kenal Maka Taaruf’. Keduanya berperan sebagai penulis skenario dan penyanyi lagu tema atau Original Soundtrack (OST) film tersebut.

Penulis skenario film ‘Tak Kenal Maka Taaruf’ yang juga dosen Fakultas Humaniora UIN Maliki Malang, Whida Rosimata menjelaskan, bahwa film ini mengangkat kisah kehidupan dua mahasiswa yang saling menyukai. Namun, salah satunya mengalami trauma dan rasa takut akan cinta (philophobia), sehingga muncul berbagai keraguan.

“Film ini menggambarkan kisah cinta anak muda masa kini yang penuh rasa malu-malu,” ujar Whida, usai acara Tak Kenal Maka Ta’aruf Goes to Campus, Selasa (21/10/2025).

Whida mengungkapkan, proses penulisan skenario memakan waktu hingga berbulan-bulan, sementara proses produksi film berlangsung selama tiga minggu.

“Kami menyelesaikan naskah pada Maret, kemudian syuting dilakukan pada Juni dan Juli. Total prosesnya sekitar setengah tahun,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa tantangan terbesar dalam penulisan skenario adalah proses adaptasi visual dari novel ke bentuk film.

“Tantangannya ada di situ, karena pembaca novel dan penonton film itu berbeda. Jadi harus ada bumbu cerita, salah satunya lewat tema philophobia ini,” imbuhnya.

Penyanyi OST Film Tak Kenal Maka Taaeuf, Andini Ferdiana. (Ist)

Lebih lanjut, Alumni Fakultas Humaniora UIN Malang, Andini Ferdiana, yang juga menjadi penyanyi OST film Tak Kenal Maka Taaruf, mengaku merasa tertantang membawakan lagu tema tersebut. Ia menilai pengalaman ini menjadi ajang untuk mengasah kemampuan vokalnya.

“Lagu ini cukup menantang, jadi saya berusaha memaksimalkan kemampuan dan terus improve skill bernyanyi saya,” jelas Andini.

Andini mengaku sudah aktif di dunia tarik suara sejak duduk di bangku SMP dan pernah menjadi pengisi acara di beberapa konser. Ia menyebut proses rekaman lagu memakan waktu sekitar satu bulan.

“Proses pembuatan lagu hingga video klipnya memakan waktu satu bulan,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor III UIN Maliki Malang, Prof. Dr. H. Triyo Supriyanto, M.Ag, menegaskan bahwa selama ini UIN Malang tidak hanya fokus membangun aspek pengetahuan dan perilaku, tetapi juga berkomitmen mengembangkan seni serta budaya. Menurutnya, seni dan budaya merupakan bagian penting dari peradaban manusia.

“Seseorang tidak mungkin memiliki peradaban tanpa seni dan budaya. Inilah yang membentuk manusia seutuhnya,” ujar Prof. Triyo

Ia menambahkan, pihak kampus berkomitmen memberikan pembinaan serta dukungan pendanaan bagi pengembangan bakat dan minat civitas akademika.

“Kami memberikan pembinaan dan pendanaan agar mereka bisa berkembang sesuai bakat dan minatnya, terutama dalam seni dan budaya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *