Sketsamalang.com – Tim gulat Kota Malang membidik medali Emas di Porprov IX Jatim. Karena itu, para atlet digembleng disiplin latihan enam hari dalam seminggu guna meraih hasil yang maksimal.
Pelatih gulat Kota Malang, Dhida Wahyu mengatakan, dari total sembilan atlet yang dipersiapkan, delapan di antaranya dipastikan tampil di ajang kompetisi bergengsi tingkat provinsi ini.
Mereka terdiri dari empat atlet putra dan empat atlet putri. Masing-masing akan bertanding di nomor gulat bebas dengan rentang kelas antara 52–74 kg untuk putra dan 47–68 kg untuk putri.
“Kami telah menyiapkan sembilan atlet, walau nantinya delapan yang akan tampil bertanding. Mereka terbagi merata di kategori bebas putra dan putri,” ujar Dhida saat dijumpai usai sesi latihan, Sabtu (24/5/2025).
Untuk memaksimalkan performa, lanjutnya, jadwal latihan dirancang ketat. Setiap pekan, para atlet berlatih selama enam hari. Mulai Senin hingga Sabtu. Porsi latihan dibagi menjadi empat hari untuk strategi teknik dan dua hari untuk pembinaan fisik.
“Kami fokus pada efisiensi latihan. Strategi teknik digenjot empat hari dan dua hari lainnya difokuskan pada kekuatan fisik,” ungkapnya.
Dukungan Pemerintah
Di sisi lain, dukungan dari Pemerintah Kota Malang, disebut sangat membantu dalam kelancaran persiapan. Fasilitas mulai dari uang saku, asupan gizi, matras, sepatu gulat, hingga peralatan berat, telah diberikan sesuai dengan kebutuhan tim.
“Dari sisi fasilitas, pemkot sangat mendukung. Semua pengajuan kami, termasuk sarana latihan dan perlengkapan, telah terpenuhi,” jelas Dhida.
Dengan persiapan yang matang dan dukungan maksimal dari pemerintah daerah, tim gulat Kota Malang memasang target meraih medali emas dan berkontribusi dalam pencapaian juara umum Porprov IX Jatim 2025. Meski tantangannya tidak ringan, para atlet menyambutnya dengan semangat juang tinggi.
Salah satu atlet putri, Syifa Anisah, mengakui mendekati hari-H, intensitas latihan semakin tinggi. Ia pun harus pintar mengatur waktu, agar bisa menyeimbangkan antara kuliah, latihan dan tugas kampus.
“Latihannya makin berat karena waktunya sudah dekat. Tapi saya berusaha tetap fokus dan mengatur jadwal kuliah dan latihan sebaik mungkin,” ungkap Syifa.
Hal serupa diungkapkan Rionaldo Satria, atlet putra yang juga optimis bisa menyumbangkan medali emas. Ia mengaku kini mulai mempersiapkan diri secara maksimal. Terlebih saat waktu libur kuliah telah dimulai.
“Sekarang latihannya sudah intens. Setelah libur kuliah, saya akan lebih fokus. Target kami jelas mempersembahkan emas,” pungkasnya.






