Tani Kopi Academy FBiPK UB Latih Pemuda Kampung Lingkar Kampus Jadi Barista dan Roaster

Sketsamalang.com – Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan Universitas Brawijaya (FBiPK UB) membekali pemuda Kampung Lingkar Kampus dengan keterampilan barista dan roasting kopi melalui program Tani Kopi Academy. Kegiatan ini menjadi bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat Kampung Lingkar Kampus yang merupakan salah satu program prioritas Rektor Universitas Brawijaya.

Pelatihan yang berlangsung di TaniKopi, Laboratorium Pendidikan Terpadu FBiPK UB, tersebut dirancang untuk memperkuat kompetensi teknis sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan generasi muda melalui sektor industri kopi yang terus berkembang.

Peserta mendapatkan dua materi utama, yakni manual brewing yang dipandu oleh Fahmi Risyad, S.P., M.P., serta roasting kopi yang dibawakan Bintar Probo Sunarto, S.P., M.P. Kedua sesi dikemas secara praktik sehingga peserta dapat memahami langsung proses pengolahan hingga penyajian kopi.

Dalam pelatihan manual brewing, peserta mempelajari karakteristik berbagai jenis kopi, penggunaan alat seduh, tingkat kehalusan bubuk kopi, rasio kopi dan air, suhu ideal penyeduhan, hingga teknik menuangkan air. Mereka juga mempraktikkan proses penyeduhan untuk mengetahui pengaruh setiap tahapan terhadap aroma, cita rasa, dan kualitas kopi.

Transfer Knowledge Barista Kopi Kepada Peserta

Sementara itu, pada sesi roasting, peserta dikenalkan pada proses mengubah green bean menjadi kopi sangrai. Materi mencakup pengenalan mesin roasting, tahapan penyangraian, perubahan warna dan aroma biji kopi, serta pentingnya pengendalian waktu dan suhu untuk menghasilkan profil sangrai yang optimal.

Selain meningkatkan keterampilan teknis, pelatihan ini juga membuka wawasan peserta terhadap berbagai peluang usaha di sektor kopi. Keterampilan tersebut dapat dikembangkan menjadi usaha kedai kopi, jasa penyeduhan, produksi kopi sangrai, hingga pengembangan produk kopi lokal yang memiliki nilai tambah.

Dekan FBiPK UB menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen fakultas dalam membuka akses pembelajaran bagi masyarakat sekitar kampus.

“Laboratorium Pendidikan Terpadu FBiPK UB kami kembangkan sebagai ruang belajar yang terbuka bagi sivitas akademika dan masyarakat. Kami berharap pemuda Kampung Lingkar Kampus dapat memanfaatkan fasilitas ini untuk meningkatkan keterampilan, mengembangkan kreativitas, dan membangun peluang usaha yang produktif,” ujarnya.

Ketua Laboratorium Pendidikan Terpadu FBiPK UB, Dwi Retnoningsih, S.P., M.P., Ph.D., mengatakan TaniKopi menjadi wadah pembelajaran yang menghubungkan pendidikan, pengembangan keterampilan, dan kewirausahaan masyarakat.

“Melalui Tani Kopi Academy, peserta tidak hanya belajar menyeduh dan menyangrai kopi, tetapi juga memahami bahwa keterampilan tersebut dapat dikembangkan menjadi peluang usaha. Laboratorium Pendidikan Terpadu sangat terbuka bagi masyarakat untuk belajar, berpraktik, dan mengembangkan kemampuan sesuai dengan potensi yang dimiliki,” jelas Dwi.

Menurutnya, keterbukaan Laboratorium Pendidikan Terpadu menjadi bagian penting dalam memperkuat hubungan antara kampus dan masyarakat. Berbagai fasilitas yang tersedia diharapkan mampu menjadi ruang berbagi ilmu, meningkatkan kompetensi, sekaligus melahirkan ide-ide usaha yang bermanfaat.

Ke depan, TaniKopi diharapkan menjadi titik temu antara akademisi, mahasiswa, praktisi, pelaku usaha, dan masyarakat sehingga tercipta ekosistem pembelajaran yang mencakup seluruh rantai bisnis kopi, mulai dari produksi, pengolahan, roasting, penyeduhan, hingga pemasaran.

FBiPK UB juga berharap peserta terus mengembangkan keterampilan yang diperoleh melalui pendampingan berkelanjutan, baik dalam aspek produksi, pelayanan konsumen, manajemen usaha, maupun pemasaran produk kopi.

Program ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 8 mengenai Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Melalui Tani Kopi Academy, FBiPK UB berupaya menjadikan Laboratorium Pendidikan Terpadu sebagai pusat pembelajaran yang inklusif dan terbuka, sekaligus memperkuat kapasitas generasi muda dalam mengembangkan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *