Sketsamalang.com, PASURUAN – Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno, mendukung penuh upaya peningkatan kapasitas kader Posyandu sebagai bagian dari penguatan pelayanan kesehatan dasar di Jawa Timur. Dukungan tersebut diwujudkan melalui keterlibatan unsur legislatif dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas dan Apresiasi Kader Posyandu Tingkat Provinsi Jawa Timur yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur di Taman Candra Wilwatikta, Kabupaten Pasuruan, Kamis (6/8/2026).
Kegiatan tersebut merupakan langkah strategis Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk meningkatkan kompetensi kader Posyandu sekaligus memberikan apresiasi atas dedikasi mereka sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat.
Ratusan kader Posyandu dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur mengikuti kegiatan tersebut. Mereka mendapatkan pembekalan guna memperkuat kapasitas, memperbarui pengetahuan, serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di tingkat desa dan kelurahan.
Selain peningkatan kompetensi, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan kader Posyandu dalam mendukung berbagai program prioritas bidang kesehatan. Program tersebut meliputi percepatan penurunan stunting, peningkatan kesehatan ibu dan anak, pengendalian penyakit, hingga penguatan layanan promotif dan preventif.
Untuk memperkuat arah kebijakan dan sinergi regulasi pelayanan kesehatan dasar, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur melibatkan unsur legislatif. Dinkes Jatim secara khusus meminta kesediaan Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno, untuk menugaskan seorang perwakilan sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut.
Kehadiran perwakilan Komisi E DPRD Jawa Timur diharapkan mampu memberikan pemahaman mengenai arah kebijakan, dukungan regulasi, serta komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pelayanan kesehatan berbasis masyarakat melalui Posyandu.
Melalui peningkatan kapasitas ini, para kader diharapkan semakin siap menghadapi berbagai tantangan pelayanan kesehatan di masyarakat. Peran kader Posyandu tidak hanya terbatas pada pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga sebagai penggerak edukasi kesehatan, pencegahan penyakit, pemantauan tumbuh kembang balita, hingga mendorong terwujudnya masyarakat yang sehat dan mandiri.
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan kesehatan tidak dapat dilepaskan dari peran aktif kader Posyandu yang selama ini bekerja secara sukarela dengan penuh dedikasi. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas yang disertai pemberian apresiasi diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh kader untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Kolaborasi antara pemerintah, DPRD, tenaga kesehatan, dan kader Posyandu diharapkan mampu mewujudkan pelayanan kesehatan dasar yang semakin berkualitas, merata, serta responsif terhadap berbagai tantangan kesehatan masyarakat di Jawa Timur.







