Oleh: Metha Putri A. (Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Komunikasi, FISIP Unmer Malang)
Sketsamalang.com – Di balik rimbunnya pinus dan udara sejuk lereng Gunung Kawi, Desa Dalisodo berdiri sebagai simbol toleransi yang hidup. Jauh dari hiruk-pikuk perkotaan, desa ini menawarkan perjalanan batin bagi siapa saja yang mencari ketenangan. berwisata ke Dalisodo adalah upaya menyelami makna kerukunan dalam balutan tradisi yang kental.
Terdapat situs petilasan yang diyakini sebagai tempat persinggahan tokoh besar di masa lalu. Setiap 1 tahun 2 kali di wisata regili ini diadakan hajatan secara massal oleh warga. Doa bersama dilakukan secara kolaboratif oleh warga Eksistensi punden sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh pendahulu desa.
Sendang ini tidak pernah kering dan juga tidak pernah meluap, sendang ini untuk pemandian bidadari konon dulu katanya. Hingga orang bisa awet muda.
Untuk Pengelola desa wisata, para pemuka lintas agama, masyarakat lokal Desa Dalisodo. Wisata religi berbasis harmoni budaya dan spiritualitas di lereng Gunung Kawi yang mencakup petilasan bersejarah dan tradisi adat. Situs Punden dan Sendang yang terletak di kawasan lereng Gunung Kawi, Desa Dalisodo, Kecamatan Wagir, Malang.
Wisata ini buka setiap hari, namun mencapai puncaknya pada malam sakral seperti malam Jumat Legi. Karena adanya keyakinan masyarakat terhadap nilai sakral situs tersebut sebagai tempat yang mustajab untuk berdoa serta sumber air yang membawa berkah.
Karena Dalisodo menawarkan pengalaman religi yang unik, di mana nilai spiritualitas tidak berdiri sendiri, melainkan menyatu dengan pelestarian alam dan kerukunan antarumat beragama. Wisatawan dapat mengunjungi situs-situs religi dengan menjaga etika setempat.






