Sketsamalang.com – Pernyataan James Hetfield di Sphere, Las Vegas, pada 10 Oktober 2026, kembali mengangkat perdebatan tentang peran musisi di atas panggung: apakah konser sebaiknya menjadi ruang untuk menyampaikan pesan di luar musik, atau justru tempat bagi penonton untuk sejenak menjauh dari persoalan dunia luar?
Dalam penampilannya bersama Metallica, Hetfield mengatakan:
“Metallica tidak berada di sini, seperti sejumlah penghibur lainnya, untuk memengaruhi kalian dengan omong kosong mereka, oke? Kami di sini… tanpa omong kosong… kami di sini untuk melupakan sejenak semua kekacauan di luar sana, oke? Agenda Metallica adalah cinta, energi, dan musik heavy metal, kawan!” dikutip dari Billboard.
Ucapan itu menunjukkan bagaimana Hetfield memandang pengalaman konser Metallica. Baginya, penonton datang bukan untuk menerima arahan mengenai persoalan di luar musik, melainkan untuk menikmati pertunjukan dan merasakan energi bersama. Ia sebelumnya juga berterima kasih kepada penggemar yang telah meluangkan waktu, mengeluarkan uang, dan melakukan perjalanan untuk menghadiri konser tersebut.
Dengan menyebut “love, energy and heavy music” atau “cinta, energi, dan musik heavy metal” sebagai agenda Metallica, Hetfield menempatkan musik dan pengalaman kolektif sebagai pusat pertunjukan. Ia tidak menyebut nama artis tertentu, sehingga pernyataannya tidak dapat dipastikan sebagai kritik yang ditujukan kepada individu tertentu. Namun, pilihan katanya memperlihatkan keberatannya terhadap penggunaan panggung untuk memengaruhi penonton melalui agenda yang dianggapnya berada di luar tujuan pertunjukan Metallica.
Pandangan tersebut juga memiliki kaitan dengan pernyataan Hetfield pada tahun-tahun sebelumnya. Dalam wawancara BBC pada 2016, ia mengatakan bahwa Metallica cenderung menghindari politik dan agama karena keduanya dapat “polarize people even more”, atau “semakin memecah belah orang”. Ia juga menjelaskan bahwa meskipun setiap orang memiliki keyakinan masing-masing, musik dapat menjadi sarana untuk menghubungkan orang-orang dengan pandangan berbeda. Pernyataan tersebut kembali disorot dalam pemberitaan musik pada Oktober 2026.
Pada 2017, Hetfield menyampaikan sikap serupa ketika diwawancarai surat kabar Cile, La Tercera.
Baca juga:
Aktor Serial Televisi Breaking Bad RJ Mitte Meninggal Dunia pada Usia 34 Tahun
“Saya benci politik… Politik memisahkan orang-orang, sedangkan saya ingin menghubungkan mereka melalui musik,” katanya, sebagaimana dikutip kembali oleh San Francisco Chronicle.
Meski demikian, keengganan Hetfield membawa perdebatan politik secara langsung ke panggung tidak berarti bahwa musik Metallica sepenuhnya terlepas dari persoalan sosial. Sejumlah lagu mereka mengangkat tema perang, kekuasaan, dan pengalaman manusia yang kompleks. Perlu dibedakan antara tema yang dieksplorasi melalui karya musik dan penyampaian pesan secara langsung kepada penonton di tengah pertunjukan.
Pernyataan Hetfield di Sphere karena itu dapat dibaca sebagai penegasan atas fungsi konser menurut pandangannya: sebuah ruang untuk menikmati musik bersama tanpa harus membawa setiap perdebatan di luar venue ke dalam pertunjukan. Di tengah perbedaan pandangan mengenai seberapa jauh musisi seharusnya menggunakan panggung untuk menyampaikan pesan, Hetfield menegaskan pilihannya sendiri—cinta, energi, dan musik heavy metal.







