Hasil Arema vs Borneo: Hujan Kartu Merah, Singo Edan Terkapar di Tangan Pesut Mahakam

Sketsamalang.com – Arema FC harus menelan pil pahit di kandang sendiri. Singo Edan takluk 1-3 dari Borneo FC. Laga lanjutan Super League 2025-2026 ini digelar Minggu (26/10/2025).

Pertandingan di Stadion Kanjuruhan, Malang, berlangsung penuh drama. Wasit mengeluarkan dua kartu merah untuk pemain Arema FC. Tuan rumah pun harus mengakhiri laga dengan sembilan orang. Kekalahan ini terasa menyakitkan bagi skuad Singo Edan. Mereka gagal meraih poin di depan ribuan pendukungnya.

Bagi Borneo FC, kemenangan ini sangat berarti. Tim berjuluk Pesut Etam itu semakin kokoh di puncak klasemen. Mereka kini mengoleksi 24 poin dari 9 laga. Catatan Borneo FC musim ini sangat impresif. Mereka berhasil sapu bersih sembilan laga pertama. Semuanya berakhir dengan kemenangan. Belum ada kekalahan atau hasil imbang sama sekali.

Situasi berbeda dialami Arema FC. Tim kebanggaan Aremania ini tertahan di papan tengah. Mereka duduk di peringkat ke-8. Arema baru mengumpulkan 12 poin. Tentu ini bukan hasil yang diharapkan.

Sejak peluit awal, Borneo FC langsung tancap gas. Arema FC sebenarnya mendapat peluang pertama. Usaha Paulinho di menit ke-1 masih melebar. Namun, Borneo FC merespon cepat. Tim tamu sukses mencuri keunggulan. Laga baru berjalan tiga menit. Mariano Peralta sukses menggetarkan gawang Arema FC. Gol cepat itu jelas mengejutkan tuan rumah.

Arema FC berusaha keras membalas. Namun, pertahanan Borneo FC tampil disiplin. Hingga babak pertama usai, Arema masih kesulitan. Borneo FC bahkan hampir menambah gol. Joel Vinicius mendapat peluang emas di menit ke-45. Ia sudah mengecoh bek Arema. Sayang, tembakannya masih melebar.

Petaka di Babak Kedua

Memasuki babak kedua, Arema FC meningkatkan intensitas serangan. Mereka berambisi mencari gol penyama kedudukan. Namun, bencana justru datang menimpa. Petaka dimulai saat wasit memberi kartu kuning kedua untuk Julian. Bek Singo Edan itu kedapatan menghalangi lari Mariano Peralta. Julian harus mandi lebih cepat. Arema terpaksa bermain dengan 10 orang.

Penderitaan Arema FC belum berakhir. Situasi semakin sulit di menit ke-76. Tuan rumah kembali kehilangan pemain. Kali ini giliran Bayu Setiawan yang diusir dari lapangan. Bayu melakukan tekel berbahaya kepada Peralta. Wasit sempat meninjau VAR (Video Assistant Referee). Setelah melihat tayangan ulang, kartu merah langsung diberikan. Stadion Kanjuruhan sempat terdiam. Arema FC harus berjuang dengan sembilan pemain.

Drama Tiga Gol di Akhir Laga

Unggul jumlah pemain, Borneo FC tak menyia-nyiakan kesempatan. Pesut Etam segera memaksimalkan peluang. Mereka sukses mencetak gol kedua. Douglas Coutinho mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-78. Ia menerima umpan matang di kotak penalti. Tanpa pengawalan ketat, Coutinho melepas tembakan keras. Bola tak bisa dihalau kiper Arema. Skor berubah 0-2. Arema FC menolak menyerah.

Perjuangan sembilan pemain membuahkan hasil di injury time. Salim Akbar Tuharea dilanggar kiper Nadeo Argawinata. Wasit menunjuk titik putih. Dalberto yang maju sebagai eksekutor. Ia sukses mengonversi peluang emas tersebut. Gol itu menjadi gol hiburan. Dalberto juga mengukuhkan diri di puncak top skor. Ia telah mengoleksi 9 gol.

Namun, Borneo FC mengunci kemenangan. Juan Villa mencetak gol indah. Tendangan jarak jauhnya di menit 90+10 menutup laga. Skor akhir 1-3 untuk Borneo FC.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *