GREENXIA, Inovasi Mahasiswa UAD Hadirkan Microgreen dan Teh Herbal Berbasis Ekonomi Sirkular

Sketsamalang.com, Yogyakarta — Inovasi pangan sehat terus dikembangkan mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Melalui tim GREENXIA, lima mahasiswa UAD menghadirkan produk teh herbal berbahan microgreen lobak merah yang dipadukan dengan jahe dan sereh.

Inovasi tersebut menjadi bagian dari pengembangan GREENXIA sebagai usaha rintisan mahasiswa yang menggabungkan aspek kesehatan, kewirausahaan, dan kepedulian terhadap lingkungan.

GREENXIA dikembangkan oleh Muhammad Faisal, Ika Melviana, Muhammad Rafly Sandika, Muhammad Abim Pratama, dan Rahima Daegal Nabilah. Tim tersebut mendapat pendampingan dari dosen UAD, Ir. Isana Arum Primasari, S.T., M.T.

Ketua tim GREENXIA, Muhammad Faisal, menjelaskan bahwa ide utama usaha tersebut berangkat dari potensi microgreen sebagai tanaman yang memiliki masa budidaya singkat dan dapat dikembangkan di lahan terbatas.

“Microgreen merupakan tanaman yang dipanen pada usia muda, sekitar 7–14 hari. Karena masa budidayanya singkat dan tidak membutuhkan lahan luas, tanaman ini memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bahan pangan alternatif,” jelas Faisal.

Tim Greenxia mengenal teh herbal kepada Anies Baswedan

Microgreen Diolah Menjadi Teh Herbal

Tidak hanya menjual microgreen lobak merah dalam kondisi segar, GREENXIA melakukan diversifikasi produk dengan mengolahnya menjadi teh herbal.

Teh herbal GREENXIA memadukan microgreen lobak merah dengan jahe dan sereh. Perpaduan tersebut menghasilkan alternatif minuman herbal yang praktis sekaligus memanfaatkan potensi bahan pangan lokal.

Pengembangan produk teh herbal juga menjadi strategi GREENXIA untuk memberikan pilihan konsumsi yang lebih beragam kepada masyarakat. Produk tidak hanya ditujukan bagi konsumen yang ingin mengonsumsi *microgreen* secara langsung, tetapi juga bagi masyarakat yang menyukai minuman herbal.

Selain teh herbal, GREENXIA menyediakan produk benih microgreen dan microgreen segar siap konsumsi.

Usung Konsep Ekonomi Sirkular

Keunikan GREENXIA tidak berhenti pada inovasi produk. Tim mahasiswa UAD tersebut juga membawa prinsip ekonomi sirkular dalam pengembangan usahanya.

Dalam proses budidaya, GREENXIA berupaya memanfaatkan material yang masih dapat digunakan kembali sebagai media maupun pendukung kegiatan produksi. Upaya tersebut dilakukan untuk mengurangi material yang kurang termanfaatkan sekaligus memberikan nilai tambah.

Konsep tersebut membuat GREENXIA tidak hanya berorientasi pada penjualan produk, tetapi juga berupaya membangun model usaha yang memperhatikan aspek lingkungan.

“Konsep GREENXIA menggabungkan pangan sehat, inovasi kewirausahaan mahasiswa, dan kepedulian terhadap lingkungan,” kata Faisal.

Tim Greenxia

Dikembangkan melalui Pemasaran Digital

Untuk memperluas jangkauan konsumen, GREENXIA memanfaatkan platform digital sebagai salah satu sarana pemasaran. Tim juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak dalam pengembangan produk dan perluasan pasar.

Melalui inovasi teh herbal dan produk microgreen lainnya, GREENXIA diharapkan dapat menjadi contoh bahwa mahasiswa dapat mengembangkan usaha yang tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat bagi kesehatan dan lingkungan.

Bagi tim GREENXIA, inovasi tersebut menjadi langkah awal untuk menghadirkan produk pangan yang praktis, bernilai tambah, dan tetap memperhatikan prinsip keberlanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *