Sketsamalang.com, MALANG — Perjalanan pendidikan dapat menjadi fondasi bagi seseorang untuk menapaki ruang pengabdian yang lebih luas. Pesan itu disampaikan Wakil Perdana Menteri Timor-Leste, Mariano Assanami Sabino, saat menyapa mahasiswa baru Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) Universitas Brawijaya (UB) dalam rangkaian Open House FBiPK 2026.
Kehadiran Mariano berlangsung pada hari kedua Open House FBiPK 2026 sekaligus dalam agenda Temu Alumni UB Timor-Leste. Kunjungan tersebut menjadi momentum mempererat jejaring alumni UB di tingkat internasional.
Bagi Mariano, kunjungan ke FBiPK memiliki makna khusus. Ia merupakan alumni UB angkatan 1991 dari Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, yang kini berada di lingkungan FBiPK UB.
Kembali ke kampus bukan sekadar agenda kedinasan bagi Mariano. Ia juga bernostalgia dengan lingkungan akademik yang pernah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya sebelum kemudian berkiprah di pemerintahan Timor-Leste.
Di tengah pelaksanaan Open House, Mariano menyempatkan diri bertemu mahasiswa baru FBiPK angkatan 2026. Ia membagikan pengalaman sekaligus memberikan motivasi agar mahasiswa menjadikan masa awal perkuliahan sebagai proses membangun karakter.
“Jangan melihat kegiatan seperti ini sebagai sebuah beban. Jadikan momentum ini sebagai proses untuk menempa jati diri, membangun mental, memperkuat pemikiran, dan mempersiapkan diri menjadi mahasiswa yang memiliki keteguhan dalam menghadapi berbagai tantangan,” ujar Mariano.

Menurutnya, kehidupan perguruan tinggi tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan akademik. Masa kuliah juga menjadi ruang untuk membentuk pola pikir, kedisiplinan, keberanian mengambil keputusan, kemampuan bekerja sama, serta kepedulian terhadap masyarakat.
“Apa yang kalian jalani hari ini akan menjadi bagian dari proses pembentukan diri. Gunakan kesempatan selama menjadi mahasiswa untuk belajar sebanyak mungkin, bukan hanya di dalam kelas, tetapi juga melalui organisasi, pergaulan, kegiatan sosial, dan pengalaman hidup di kampus,” lanjutnya.
#Dorong Mahasiswa Berkontribusi Lebih Luas
Mariano juga mengajak mahasiswa baru FBiPK memiliki cita-cita yang lebih luas. Menurutnya, pendidikan harus diarahkan untuk membangun kapasitas yang memungkinkan seseorang memberikan manfaat tidak hanya bagi dirinya sendiri, tetapi juga masyarakat dan lingkungan yang lebih luas.
“Kalian harus mempersiapkan diri menjadi generasi yang bermanfaat. Bukan hanya bagi Indonesia, tetapi juga memiliki kapasitas untuk memberi kontribusi pada masyarakat dunia. Untuk mencapai itu, mahasiswa harus memiliki ilmu, karakter, mental yang kuat, dan kemauan untuk terus belajar,” katanya.
Pesan tersebut mendapat perhatian mahasiswa baru yang mengikuti Open House. Kehadiran Mariano menjadi gambaran nyata bahwa pendidikan di bidang pertanian dapat menjadi pijakan untuk menapaki berbagai bidang pengabdian, termasuk pemerintahan dan pembangunan masyarakat.
Usai memberikan motivasi, Mariano melanjutkan kunjungannya ke Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, tempat ia menempuh pendidikan pada awal dekade 1990-an.
Kunjungan tersebut menjadi momen nostalgia. Mariano melihat kembali lingkungan departemen yang dahulu menjadi tempat mengikuti perkuliahan, berdiskusi, menjalani aktivitas akademik, sekaligus membangun persahabatan.
Ia juga berkesempatan bertemu sejumlah rekan satu angkatan, di antaranya Prof. Luqman Qurata Aini dan Prof. Hagus Tarno. Pertemuan berlangsung hangat dan menghadirkan kembali berbagai kenangan selama mereka menjalani kehidupan sebagai mahasiswa.
### Jejaring Alumni Lintas Negara
Pertemuan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa hubungan yang dibangun selama masa pendidikan tidak berhenti ketika mahasiswa menyelesaikan studi. Jejaring alumni dapat berkembang menjadi hubungan akademik, profesional, dan sosial yang melintasi batas negara.
Bagi FBiPK UB, kehadiran Mariano yang kini mengemban tanggung jawab pemerintahan di Timor-Leste menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan antara kampus, alumni, dan mahasiswa.
Open House FBiPK 2026 pun tidak hanya menjadi ruang untuk memperkenalkan organisasi dan kegiatan kemahasiswaan. Kegiatan tersebut berkembang menjadi ruang pertemuan antargenerasi, ketika mahasiswa baru dapat melihat langsung perjalanan seorang alumni yang pernah berada di posisi mereka dan kemudian berkiprah di tingkat internasional.
Perjalanan Mariano dari Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan UB hingga menjadi Wakil Perdana Menteri Timor-Leste menjadi pesan tersendiri bagi mahasiswa baru. Masa kuliah bukan sekadar proses memperoleh gelar, melainkan kesempatan membangun ilmu, karakter, mental, jejaring, dan kapasitas kepemimpinan.
Pengalaman yang dibangun selama berada di kampus dapat menjadi bekal untuk memberikan kontribusi yang lebih luas, bahkan melampaui batas institusi dan negara.
#UniversitasBrawijaya_SDG4 #UniversitasBrawijaya_SDG8 #UniversitasBrawijaya_SDG17







