Sketsamalang.com, MALANG — Grand Opening Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) Yayasan Pendidikan Islam Terpadu Mutiara Hati Malang Kejuruan Desain Komunikasi Visual (DKV) pada Rabu (9/9/2026) mendapat sambutan hangat dari pihak pembina vokasi regional.
Berlokasi di Jalan Baran Temboro RT 006 RW 003, Kelurahan Cemorokandang, peresmian ini dihadiri langsung oleh Kepala BPVP Sidoarjo, Muhammad Aiza Akbar. Kehadirannya sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara lembaga pelatihan vokasi pemerintah dengan lembaga pelatihan berbasis komunitas.
Muhammad Aiza Akbar mengatakan, kunjungannya ke BLKK YPIT Mutiara Hati Malang menjadi kesempatan bagi BPVP Sidoarjo untuk mengenal lebih dekat kesiapan lembaga tersebut dalam menjalankan program pelatihan vokasi.
BLKK YPIT Mutiara Hati Malang sendiri telah berdiri sejak 2025 dan kini mengembangkan kejuruan Desain Komunikasi Visual sebagai salah satu bidang pelatihan bagi masyarakat.
“Undangan ini sangat berarti bagi kami di BPVP Sidoarjo. Melalui momen ini, kami dapat berkenalan langsung dan melihat dari dekat kesiapan BLKK YPIT Mutiara Hati Malang yang telah berdiri sejak tahun 2025,” ujar Muhammad Aiza Akbar.
Menurut dia, pemilihan kejuruan DKV menjadi langkah strategis di tengah perkembangan industri digital yang terus meningkat. Kebutuhan terhadap tenaga kerja yang memiliki keterampilan di bidang komunikasi visual dan media digital juga dinilai semakin besar.
Selain memiliki peluang untuk terserap di dunia kerja, keterampilan di bidang DKV juga membuka kesempatan bagi peserta pelatihan untuk menciptakan lapangan pekerjaan secara mandiri.
“Kejuruan DKV ini sangat prospektif ke depan. Seiring perkembangan zaman, kebutuhan akan tenaga terampil di bidang komunikasi visual dan media digital terus meningkat. Ini adalah langkah tepat untuk menyiapkan lulusan yang siap terserap di dunia kerja,” jelasnya.
BPVP Sidoarjo pun menyatakan kesiapan untuk menjalin kolaborasi dengan BLKK DKV YPIT Mutiara Hati Malang. Kerja sama tersebut dapat mencakup pembinaan, peningkatan mutu pelatihan, hingga pengembangan standar kompetensi peserta.
Melalui kolaborasi tersebut, program pelatihan diharapkan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri.
“Kami sudah tidak sabar untuk segera melihat program-program pelatihan ini berlangsung dan berkolaborasi secara aktif ke depan demi mencetak SDM unggul dan kompeten,” pungkasnya.







