Film Horor River (2026): Syuting Ekstrem di Atas Air hingga Kecemasan Personal Sutradara

Sketsamalang.com – Film horor River (2026) menjadi sorotan setelah perilisan trailer resminya. Di balik perhatian terhadap jajaran pemain dan skor Rotten Tomatoes yang mencapai 94 persen, film garapan Joshua Giuliano ini menyimpan cerita produksi yang tidak biasa. Sebagian besar proses syuting berlangsung di lokasi perairan terbuka, sementara gagasan ceritanya berangkat dari kecemasan personal sang sutradara mengenai hubungan keluarga.

Mayoritas proses syuting River berlangsung di Monongalia County dan Marion County, West Virginia, sepanjang 2025. Sebanyak 14 dari total 22 hari syuting dilakukan di atas air, termasuk 12 hari di sebuah kolam pemancingan yang digunakan untuk menyimulasikan Sungai Monongahela. Produksi film ini tidak menggunakan studio maupun tangki air untuk merekam adegan-adegannya. Bahkan, sejumlah adegan malam hari direkam langsung di sungai dan kolam terbuka.

Pengalaman Ekstrem di Lokasi Syuting River

Pengambilan gambar di perairan terbuka menghadirkan tantangan fisik bagi para pemain dan kru. Jessica Rothe mengungkapkan salah satu pengalaman tidak biasa yang mereka hadapi selama proses produksi.

“Kami benar-benar buang air kecil di sisi perahu karena terlalu lama kalau harus dibawa kembali,” ujarnya, dikutip dari wawancara di studio TheWrap selama Toronto International Film Festival (TIFF) 2026.

Sutradara Joshua Giuliano juga mengakui bahwa pengalaman tersebut memberinya pelajaran penting mengenai proses produksi film. Ia menyebut telah belajar dari pengalaman Steven Spielberg ketika menggarap Jaws, terutama mengenai tantangan pengambilan gambar di air. Giuliano pun mengatakan bahwa film berikutnya akan dibuat di daratan.

Di balik visual yang memadukan keindahan sungai dengan kekerasan brutal, River memiliki akar cerita yang personal. Giuliano mengembangkan gagasan film ini dari kecemasannya mengenai dinamika hubungan keluarga, terutama perasaan yang muncul ketika kembali mengunjungi orang-orang terdekatnya.

“Awalnya muncul dari upaya memahami betapa rumitnya hubungan keluarga. Khususnya dari beberapa bayangan kecemasan yang muncul setiap kali saya pulang mengunjungi keluarga. Saya begitu senang bertemu mereka, tapi dinamikanya rumit. Lalu saya punya bayangan kecemasan mereka meninggal dengan cara mengerikan,” kata Giuliano, dikutip dari sesi Deadline Studio di TIFF 2026.

Pengalaman emosional tersebut menjadi salah satu inspirasi di balik cerita River, yang menggabungkan ketegangan horor dengan persoalan hubungan antarmanusia.

Baca juga:

Aktor Serial Televisi Breaking Bad RJ Mitte Meninggal Dunia pada Usia 34 Tahun

Perjalanan Panjang Joshua Giuliano hingga River

Proyek River telah melalui perjalanan panjang sebelum akhirnya diproduksi. Giuliano menulis skenario spesifikasi film tersebut ketika masih bekerja sebagai pengantar makanan untuk Postmates di Hollywood. Ia merupakan lulusan program Master of Fine Arts (MFA) bidang penyutradaraan dari American Film Institute Conservatory pada 2015.

Pada 2019, Tango Entertainment mengumumkan proyek tersebut dengan In Sound, We Live Forever sebagai film pendek contoh karya penyutradaraan Giuliano. Film pendek itu sebelumnya mendapat special mention di Fantasia International Film Festival.

Perjalanan Giuliano berlanjut setelah River melakukan pemutaran perdana di TIFF 2026. Proyek film horor berikutnya, Occupant, diumumkan kurang dari 24 jam setelah pemutaran perdana tersebut. Focus Features dilaporkan telah mengamankan hak distribusi dunia untuk proyek itu, yang melibatkan Blumhouse Atomic Monster serta sejumlah perusahaan produksi lainnya.

Respons kritikus terhadap River turut menyoroti pendekatan penyutradaraan Giuliano. Rocco T. Thompson dari Slant Magazine menulis, “Joshua Giuliano menyutradarai River dengan kecanggihan formal dan nada contemplative yang mengangkatnya melampaui tropes genre yang familiar.”

Sementara itu, Brandon Wainerdi dari Fangoria menekankan kemampuan film tersebut dalam membangun rasa takut yang bertahan setelah penonton meninggalkan bioskop. Ia menulis, “Saya tidak percaya harus menekankan ini; [River] benar-benar menakutkan. Film yang menempel di belakang kepala saat kamu kembali ke parkir jam 1 pagi,” dikutip dari ulasan Fangoria.

Dengan proses produksi yang menuntut secara fisik, inspirasi yang berangkat dari kecemasan personal, serta perjalanan pengembangan selama bertahun-tahun, River menawarkan sisi lain dari film horor yang tengah menarik perhatian. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Amerika Serikat pada 15 Januari 2027.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *