Dikunjungi Tim Ahli RBI Kementerian PPPA, Petani Jeruk Kalisongo Tagih Sumur Bor

Sketsamalang.com – Tim Ahli Pengembangan Ruang Terbuka Bersama Indonesia (RBI) Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Mengunjungi salah satu kelompok petani jeruk di Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Sabtu (5/7/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua Tim Ahli RBI, Andi Muhammad Jufri, mengaku senang berdiskusi dengan para petani utamanya para Ibu-ibu. Menurutnya banyak gagasan gemilang yang disampaikan untuk meningkatkan kesejahteraan para petani.

“Mereka sangat mengharapkan adanya peningkatan kualitas kesejahteraan petani melalui inovasi pengembangan pertanian. Mulai dari pembibitan, penambahan usaha perikanan dan peternakan di petani jeruk sampai kepada pengolahan,” ujar pria yang akrab disapa Jufri.

Dikatakan Jufri, dari berbagai gagasan yang disampaikan para petani jeruk di Kalisongo, pihaknya akan mencoba membangun kemitraan dengan berbagai pihak.

“Mudah-mudahan harapan dan mimpi mereka bisa terwujud,” tuturnya.

Foto bersama tim ahli RBI Kementerian PPPA dengan Petani Jeruk Kalisongo dan Ibu-ibu. ( Foto: ANc/sketsamalang)

Terkait kebutuhan petani jeruk akan pasokan air melalui sumur bor, Jufri mengaku akan koordinasi dengan Kementerian PUPR. Yang memang biasa mengurus masalah infrastruktur air untuk pertanian.

“Kami konsen kepada membangun kemitraan karena kita konsenya adalah bagaimana membangun ruang bersama. Yaitu sebuah ruang yang memastikan bahwa anak-anak dapat tumbuh dengan baik dan yang perempuan juga bisa berdaya,” jelasnya.

“Kementerian PPA bersama semua elemen termasuk Pemda, Perguruan tinggi, swasta dan masyarakat kita akan bersama sama mewujudkan mimpi dan harapan para petani jeruk Kalisongo,” imbuhnya.

Tahun ini ada tujuh wilayah yang sedang kami kembangkan untuk ruang bersama. Diantaranya di Banten, Jakarta Utara, Jambi, Barito, Kupang.

“Goalnya adalah membangun sebuah kampung yang ramah anak dan perempuan,” tandasnya.

Butuh Sumur Bor

Sementara itu, salah satu petani jeruk Kalisongo, Sutarno mengaku sangat membutuhkan pasokan air yang tercukupi melalui sumur bor. Karena selama ini para petani jeruk Kalisongo hanya mengandalkan air tadah hujan atau membeli air yang harganya mencapai 75-100 ribu rupiah per toren.

Karena itu, Sutarno menagih janji Wakil Menteri PPPA Veronica Tan yang pernah menjanjikan sumur bor bagi para petani jeruk Kalisongo.

“Pada saat Ibu Wamen Veronica Tan datang ke Kalisongo bulan Februari 2025, beliau menjanjikan sumur bor pertanian. Ini harapan saya dengan petani, mudah-mudahan ini bisa cepat terwujud dan terlaksana. Karena pertanian jeruk di Kalisongo ini ketersediaan airnya sangat kurang maksimal,” jelas Sutarno.

Menurutnya, hanya cukup satu sumur bor saja sudah cukup mengairi lahan jeruk sekitar 25 hektare.

“Mudah-mudahan dari Ibu Veronica Tan ini bisa langsung memberikan bantuan yang sudah pernah dijanjikan kepada para petani Kalisongo,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *