Sketsamalang.com – Aneka topping kekinian dan buah segar menjadi daya tarik utama Angsle Ronde Pak Mat Mawar di Kota Malang. Mengandalkan gerobak motor berwarna biru di sudut Jalan Candi Panggung, Mojolangu, kedai ini menghadirkan sensasi minuman tradisional yang autentik.
Angsle dengan kuah santan putih yang gurih-manis berpadu lembut di lidah, sementara ronde menawarkan kehangatan kuah jahe dengan sentuhan manis yang khas.
Perbedaan keduanya tak hanya soal rasa, tetapi juga tampilan. Angsle hadir dengan kuah putih pekat, sedangkan ronde berwarna cokelat muda dari rebusan jahe dan gula. Keduanya sama-sama menghangatkan, terutama di udara malam Kota Malang yang cenderung sejuk.
Angsle Ronde Pak Mat Mawar sudah berdiri sejak 1979 di Malang ini kini dikelola oleh generasi kedua, Sudarsono. Ia melanjutkan usaha yang dirintis oleh sang ayah, Rahmat, dengan tetap mempertahankan cita rasa khas sekaligus menambahkan inovasi.
“Sudah ada sejak 1979, sekarang generasi kedua. Dulu bapak yang mulai pakai gerobak, kami di lokasi ini sejak 2015,” ujar Sudarsono.
Baca juga: Sate Padang Bang Rony, Legenda Kuliner Minang di Kota Malang

Yang membuat angsle racikannya berbeda adalah tambahan topping buah segar serta bahan pelengkap yang dibuat sendiri, seperti mutiara sagu berbentuk kotak dan gudir. Dalam satu porsi angsle, pembeli akan menemukan kacang hijau, ketan, petulo, roti tawar, hingga aneka topping sesuai selera.
Sementara itu, ronde berisi bola-bola kenyal, kacang tanah, mutiara sagu, dan gudir yang berpadu dalam kuah jahe hangat.
“Semua bahan kami buat sendiri, termasuk gudir dan mutiara sagunya,” tambahnya.
Dalam semalam, lebih dari 100 porsi bisa terjual. Menu favorit pelanggan adalah angsle nangka dan angsle durian yang punya aroma kuat dan rasa khas.
“Yang paling laris angsle nangka sama durian,” katanya.
Topping Kekinian
Menariknya, kini angsle tidak lagi identik dengan kalangan orang tua. Anak muda mulai banyak yang datang untuk menikmati minuman tradisional ini, apalagi dengan pilihan topping kekinian seperti Oreo, coklat koko krunch, wafer vanila, alpukat, hingga buah naga.

Soal harga, pengunjung tak perlu khawatir. Seporsi angsle dibanderol mulai Rp10.000 hingga Rp22.000, tergantung topping yang dipilih.
Cita rasa yang seimbang, tidak terlalu manis dan tidak terlalu gurih, menjadi alasan banyak pelanggan kembali.
Tak hanya soal rasa, keramahan Sudarsono juga menjadi nilai tambah. Ia kerap menyapa pelanggan dengan hangat, menciptakan suasana yang akrab dan nyaman.
Buka setiap hari mulai pukul 18.00 hingga 24.00 WIB, bahkan bisa sampai pukul 02.00 dini hari jika stok masih tersedia, Angsle Ronde Pak Mat Mawar tetap konsisten menjaga tradisi kuliner Malang. Perpaduan rasa klasik dan sentuhan inovasi membuat tempat ini terus bertahan dan dicintai lintas generasi.






