Hari Santri, MAN 2 Kota Malang Gelar Lomba Menulis Kisah Humor untuk Asah Kreativitas Siswa

Sketsamalang.com – Peringatan Hari Santri 2026 menjadi momentum bagi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Malang berkolaborasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang untuk memperkuat budaya literasi di lingkungan pesantren. Salah satunya melalui Workshop dan Lomba Menulis Kisah Humor Santri bersama penulis Gus Bayhaqi Kadmi yang digelar di MAN 2 Kota Malang, Sabtu (31/10/2026).

Kegiatan ini diikuti peserta dari 12 ma’had atau di Kota Malang. Mereka tidak hanya mendapatkan kesempatan mengikuti kompetisi, tetapi juga pembinaan kepenulisan secara langsung dari narasumber untuk mengembangkan kemampuan mengolah pengalaman sehari-hari menjadi cerita humor yang menarik.

Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. H. Samsudin, M.Pd., mengatakan kegiatan tersebut diawali dengan proses pendaftaran peserta dari berbagai ma’had di Kota Malang. Selanjutnya, para peserta mengikuti workshop sebagai bekal sebelum berkompetisi dalam lomba menulis.

Kepala Kemenag Kota Malang, Achmad Shampton, S.HI., M.Ag.

Menurut Samsudin, kegiatan ini menjadi ruang pembinaan sekaligus kesempatan bagi para santri untuk menunjukkan kreativitas melalui karya tulis. Ia berharap pendampingan dari narasumber dapat membantu peserta memaksimalkan kemampuan dan menghasilkan tulisan berkualitas.

“Peserta ini dari 12 ma’had di Kota Malang. Insyaallah anak-anak kita yang telah mengikuti proses pendaftaran ini akan mengikuti proses pembinaan dari narasumber, sekaligus mengikuti lomba selanjutnya,” ujarnya.

Dalam kompetisi tersebut, panitia menyiapkan penghargaan bagi para peserta terbaik berupa medali emas, perak, dan perunggu. Sebanyak 18 medali disiapkan dengan rincian tiga medali emas, enam medali perak, dan sembilan medali perunggu.

Samsudin berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengembangkan kemampuan menulis sekaligus menghasilkan karya yang memiliki nilai kreativitas dan layak dipublikasikan.

Tidak hanya berorientasi pada kompetisi, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya membangun kesinambungan pembinaan literasi santri.

Sementara itu, Kepala Kemenag Kota Malang, Achmad Shampton, S.HI., M.Ag., menegaskan bahwa membangun budaya menulis harus dimulai dari kebiasaan sederhana. Menurutnya, kemampuan literasi perlu ditumbuhkan di seluruh lingkungan Kemenag, baik di kalangan pegawai, guru, maupun siswa.

Ia menjelaskan, salah satu pendekatan yang dilakukan Kemenag Kota Malang adalah mendorong seluruh pegawainya memiliki kesadaran untuk menulis. Kebiasaan tersebut tidak harus dimulai dengan menghasilkan tulisan yang berat atau sempurna, tetapi dapat diawali dengan mencatat berbagai hal sederhana yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

“Menulis adalah hal yang sederhana di sehari-hari yang kemudian menjadi sebuah kebiasaan. Pada akhirnya, itu akan mengasah kemampuan menulis bagi seluruh warga kita,” jelas Gus Shamton.

Ia menilai, kebiasaan menulis yang dilakukan secara konsisten akan menjadi bekal penting untuk mengembangkan kemampuan menyampaikan gagasan, pengalaman, dan pemikiran melalui tulisan.

Dorongan membangun budaya literasi tersebut juga diwujudkan melalui penerbitan buku yang melibatkan guru dan pegawai di lingkungan Kemenag Kota Malang.

Serah terima buku hasil karya lomba santri

Menurutnya, proses belajar menulis harus mendapatkan dukungan dan apresiasi. Karya yang masih sederhana sekalipun tetap memiliki nilai karena menjadi bagian dari proses pembelajaran sekaligus dokumentasi pengalaman dan pemikiran.

“Walaupun mungkin tulisannya masih tahap belajar, tidak apa-apa. Yang penting kita apresiasi, kita akomodasi, dan itu bisa menjadi dokumen yang penting,” ungkapnya.

Melalui kegiatan workshop dan lomba menulis kisah humor santri ini, MAN 2 Kota Malang dan Kemenag Kota Malang berharap budaya literasi semakin berkembang di lingkungan pesantren.

“Para santri diharapkan tidak hanya menjadi pembaca, tetapi juga mampu menjadi penulis yang menuangkan pengalaman, kreativitas, dan kehidupan pesantren ke dalam karya yang inspiratif serta menghibur,” tandasnya.

Pada kesempatan tersebut, turut diserahkan secara simbolis hasil karya lomba santri tahun sebelumnya kepada Kepala Kantor Kementerian Agama.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *