Sketsamalang.com, MALANG – Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika (FSTeM) Universitas Brawijaya (UB) memperkuat kolaborasi riset matematika di tingkat nasional dan internasional melalui Brawijaya International Conference on Pure and Applied Mathematics (BICoPAM) 2026.
Konferensi yang digelar pada 22–23 Agustus 2026 ini mengusung tema “The Role of Mathematics in Achieving Sustainable Development Goals (SDGs)”. Sebanyak 121 peserta dari 39 institusi terlibat dalam forum ilmiah tersebut.
BICoPAM 2026 menjadi wadah bagi akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa untuk bertukar gagasan, mempresentasikan hasil penelitian, serta membangun kolaborasi lintas institusi dan negara.
Konferensi diselenggarakan secara hibrida, dengan kegiatan luring di Gedung MIPA Center FSTeM UB dan kegiatan daring melalui platform konferensi virtual. Format ini membuka kesempatan lebih luas bagi peserta dari berbagai wilayah untuk berpartisipasi.
Peserta dalam negeri berasal dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga penelitian, di antaranya Universitas Brawijaya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, Universitas Sebelas Maret, Universitas Jember, serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Partisipasi internasional turut memperkuat cakupan konferensi. Sejumlah institusi luar negeri yang terlibat antara lain Basque Center for Applied Mathematics (BCAM), Spanyol; Nepal Sanskrit University dan Tribhuvan University, Nepal; serta Universiti Teknologi MARA dan Xiamen University Malaysia.
Konferensi ini juga menghadirkan pembicara utama dari Indonesia, Malaysia, Ghana, Taiwan, India, dan Afrika Selatan. Kehadiran para pakar tersebut memperkaya diskusi mengenai perkembangan penelitian matematika dan penerapannya dalam menjawab berbagai tantangan global.
BICoPAM 2026 mencakup empat bidang utama, yakni Pure Mathematics Foundations and Theory, Applied Mathematics Modelling and Computations, Interdisciplinary Data and Applications, serta Mathematics Education, Learning and Pedagogy.
Berbagai topik dibahas dalam sesi utama dan paralel, mulai dari aljabar, teori bilangan, persamaan diferensial, pemodelan matematika, matematika komputasi, optimisasi, sains data, statistika, ilmu aktuaria, machine learning, hingga teknologi pembelajaran matematika.
Melalui forum ini, matematika tidak hanya diposisikan sebagai disiplin teoretis, tetapi juga sebagai instrumen untuk memahami dan menyelesaikan persoalan nyata. Pemodelan, analisis data, optimisasi, dan komputasi dapat mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti di bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, ekonomi, industri, dan mitigasi risiko.
Penyelenggaraan BICoPAM 2026 juga mendukung pencapaian sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), meliputi SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Kontribusi terhadap SDG 4 diwujudkan melalui diseminasi pengetahuan, pertukaran hasil penelitian, peningkatan kapasitas akademik, dan pengembangan inovasi pembelajaran matematika.
Sementara itu, pengembangan metode matematika, statistika, aktuaria, dan analisis risiko berpotensi mendukung kebijakan ekonomi serta pertumbuhan industri. Pemanfaatan komputasi, optimisasi, sains data, dan *machine learning* juga membuka peluang inovasi berbasis teknologi.
Pelaksanaan konferensi secara hibrida turut memperluas akses partisipasi bagi akademisi dari berbagai wilayah dan latar belakang. Di sisi lain, penguatan jejaring penelitian antara perguruan tinggi, lembaga penelitian, praktisi, dan komunitas ilmiah mendukung kemitraan berkelanjutan.
Selain menjadi sarana diseminasi hasil penelitian, BICoPAM 2026 diharapkan membuka peluang penelitian bersama, publikasi ilmiah, pertukaran akademik, dan kemitraan lintas institusi maupun negara.
Melalui penyelenggaraan konferensi ini, FSTeM UB menegaskan komitmennya untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang unggul dan berdampak bagi masyarakat. Kolaborasi matematika global diharapkan mampu menghasilkan solusi inovatif, inklusif, dan berkelanjutan bagi berbagai tantangan pembangunan.







