Sketsamalang.com – Langkah kecil puluhan tukik menuju deburan ombak menjadi momen hangat dalam Safari Perhutanan Sosial di kawasan Wisata Alam Pantai Tanjung Penyu, Kabupaten Malang, Sabtu (26/9/2026).
Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, turut turun ke bibir pantai untuk melepasliarkan tukik atau anak penyu ke habitat alaminya.
Senator yang akrab disapa Ning Lia itu dengan hati-hati meletakkan batok kelapa berisi tukik di atas pasir. Perhatiannya tertuju pada anak-anak penyu yang perlahan bergerak menuju laut.
“Ayo, tukik sayang, cepat keluar. Lautan menunggumu,” ucap Ning Lia sembari menyemangati tukik yang mulai mendekati deburan ombak.
Bagi Ning Lia, pelepasliaran tukik bukan sekadar seremoni dalam rangkaian Safari Perhutanan Sosial. Kegiatan tersebut menjadi simbol pentingnya menjaga kehidupan satwa sekaligus melindungi habitatnya.
“Pelepasan tukik ini sederhana, tetapi pesannya besar. Kita sedang mengembalikan kehidupan ke habitatnya. Menjaga alam tidak bisa dilakukan sendiri, harus melibatkan masyarakat agar konservasi berjalan dan manfaatnya juga dirasakan bersama,” ujar senator yang dikenal sebagai pecinta batik tersebut.
Ia menilai upaya konservasi akan semakin kuat apabila masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan dan pesisir dilibatkan secara aktif.
Menurutnya, masyarakat tidak semestinya hanya menjadi penonton dalam upaya pelestarian lingkungan. Mereka justru dapat menjadi bagian penting dalam menjaga kawasan secara berkelanjutan, sekaligus memperoleh manfaat dari pengelolaan potensi alam di wilayahnya.
Safari Perhutanan Sosial di Tanjung Penyu sendiri memadukan agenda pemberdayaan masyarakat dengan konservasi lingkungan. Pelepasliaran tukik menjadi salah satu pesan bahwa pemanfaatan kawasan harus berjalan seiring dengan perlindungan fungsi ekologis.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan RI Apri Dwi Sumarah, Anggota DPRD Jawa Timur Hj. Jajuk Rendra Kresna dan Hj. Anik Maslachah, Kepala Dinas Kehutanan Jawa Timur Jumadi, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur Sherlita Ratna Dewi Agustin, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur Dr. Nurkholis, serta Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang Firmando H. Matondang.
Vokalis grup band Slank, Akhadi Wira Satriaji atau Kaka Slank, juga hadir dalam rangkaian Safari Perhutanan Sosial tersebut. Ia turut menyuarakan pentingnya menjaga kelestarian alam.
Kepala Dinas Kehutanan Jawa Timur Jumadi berharap Safari Perhutanan Sosial di Tanjung Penyu dapat menjadi titik awal penguatan kegiatan serupa di berbagai wilayah Jawa Timur.
“Mudah-mudahan acara Safari Perhutanan Sosial ini menjadi titik pertama yang akan bergeser ke timur, bergeser ke barat,” kata Jumadi.
Bagi Ning Lia, langkah kecil tukik-tukik menuju laut menyimpan pesan sederhana tentang pentingnya memberi ruang bagi alam untuk terus tumbuh dan lestari.
Dari Pantai Tanjung Penyu, pesan konservasi itu disampaikan melalui sebuah tindakan sederhana: mengembalikan kehidupan ke habitat alaminya dan memastikan masyarakat turut menjadi bagian dari upaya menjaganya.







