Sketsamalang.com – Mahasiswa Program Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) angkatan 2024 kembali menghadirkan inovasi di bidang peternakan. Mereka mengembangkan Mulzymix, pakan khusus burung puyuh petelur berbasis multienzim yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas telur sekaligus membantu peternak menekan biaya operasional.
Inovasi tersebut lahir dari hasil pengamatan mahasiswa terhadap tantangan yang dihadapi peternak dalam menyediakan pakan berkualitas dengan harga yang tetap terjangkau. Mulzymix dikembangkan sebagai solusi untuk meningkatkan efisiensi penyerapan nutrisi sehingga pertumbuhan dan produktivitas puyuh petelur menjadi lebih optimal.
Salah satu anggota tim, Daffa Haikal Alfarizie, menjelaskan bahwa pengembangan produk berangkat dari kepedulian terhadap pentingnya sektor peternakan dalam mendukung ketersediaan pangan hewani yang aman, bergizi, dan terjangkau.
“Pengembangan produk ini murni berangkat dari kesadaran tim akan pentingnya peran sektor peternakan dalam mendukung ketersediaan pangan hewani yang terjangkau, aman, dan bergizi bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Berbeda dengan pakan unggas komersial yang bersifat umum, Mulzymix diformulasikan secara khusus untuk burung puyuh petelur. Komposisi multienzim disesuaikan dengan kebutuhan fisiologis puyuh sehingga mampu memaksimalkan penyerapan nutrisi. Karena dirancang secara spesifik, pakan ini tidak direkomendasikan untuk jenis unggas lainnya.
“Produk pakan ini dibuat secara khusus untuk burung puyuh petelur karena takaran komposisi multienzim dan kadarnya telah disesuaikan secara saintifik dengan kebutuhan fisiologis burung petelur,” jelas Daffa.
Keunggulan Mulzymix terletak pada kombinasi tujuh enzim esensial, yakni selulase, xilanase, glukanase, amilase, pektinase, fitase, dan lipase. Formula tersebut diperkaya dengan vitamin A, vitamin D3, vitamin E, serta multivitamin lainnya untuk mendukung metabolisme, meningkatkan daya cerna pakan, dan menjaga kesehatan ternak.
“Multienzim yang kami rekayasa ini terdiri dari tujuh enzim esensial. Selain itu, dalam racikannya juga terdapat vitamin A, vitamin D3, vitamin E, serta multivitamin lainnya untuk memastikan kesehatan puyuh tetap prima,” tambahnya.
Proses pengembangan Mulzymix dilakukan melalui pendampingan intensif bersama dosen selama masa perkuliahan. Tim juga melakukan evaluasi terhadap efisiensi bahan baku agar produk dapat dipasarkan dengan harga yang kompetitif.
Ke depan, Mulzymix direncanakan dipasarkan dalam kemasan satu kilogram dengan harga sekitar Rp20 ribu, sehingga dapat dijangkau peternak skala kecil hingga menengah.
Dosen pendamping, Prof. Dr. Ir. Indah Prihartini, M.P., IPU., mengapresiasi kreativitas mahasiswa yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi dunia peternakan.
“Ini adalah bukti nyata bahwa mahasiswa mampu menerjemahkan teori dari ruang kelas menjadi solusi aplikatif yang menjawab kebutuhan para peternak di lapangan,” katanya.
Menurutnya, inovasi seperti Mulzymix menjadi contoh nyata hilirisasi riset di perguruan tinggi yang tidak hanya bernilai akademis, tetapi juga memiliki potensi komersial dan manfaat langsung bagi masyarakat.
Ia berharap semangat inovasi tersebut dapat menginspirasi mahasiswa UMM lainnya untuk terus mengembangkan solusi berbasis riset yang mampu memperkuat ketahanan pangan nasional melalui sektor peternakan yang mandiri, efisien, dan berdaya saing.






