Sketsamalang.com – SMAN 6 Kota Malang resmi meluncurkan Tim Drum Band perdana pada tahun 2026. Peluncuran yang bertepatan dengan penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) itu menjadi langkah strategis sekolah dalam mengembangkan minat dan bakat siswa melalui optimalisasi aset yang selama ini belum dimanfaatkan.
Kepala SMAN 6 Kota Malang, Ernawati, S.Pd., M.M., menjelaskan bahwa pelaksanaan MPLS Tahun Ajaran 2026 berlangsung selama lima hari sesuai ketentuan terbaru. Seluruh materi wajib, mulai dari pengenalan kurikulum, sarana dan prasarana sekolah, perpustakaan sebagai penguat literasi dan numerasi, hingga penyuluhan bahaya narkoba, dapat terlaksana melalui dukungan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Namun, menurut Ernawati, terdapat kegiatan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) bagi siswa kelas XI dan XII yang diselenggarakan bekerja sama dengan Korps Brimob. Karena kegiatan tersebut dilaksanakan di luar lingkungan sekolah, pembiayaannya tidak dapat menggunakan Dana BOS sesuai regulasi yang berlaku.
“Penggunaan Dana BOS memiliki aturan yang sangat ketat. Karena kegiatan Wasbang dilaksanakan di luar sekolah, mekanisme pembiayaannya dilakukan secara swadaya melalui dukungan orang tua siswa bersama paguyuban komite sekolah,” ujar Ernawati.

Di tengah keterbatasan anggaran tersebut, SMAN 6 Kota Malang justru menghadirkan inovasi baru melalui kegiatan Demo Ekstrakurikuler yang menjadi penutup rangkaian MPLS. Sebanyak 23 ekstrakurikuler menampilkan berbagai potensi dan prestasi untuk menarik minat peserta didik baru.
Sorotan utama tertuju pada penampilan perdana Tim Drum Band SMAN 6 Kota Malang yang resmi diperkenalkan sebagai ekstrakurikuler baru.
Ernawati mengungkapkan, sekolah sebenarnya telah lama memiliki seperangkat alat drum band lengkap, termasuk perlengkapan mayoret. Namun, fasilitas tersebut bertahun-tahun tidak dimanfaatkan karena terkendala biaya operasional, khususnya untuk menghadirkan pelatih profesional sesuai bidang masing-masing instrumen.
“Sayang sekali kalau aset yang dimiliki sekolah hanya tersimpan. Kami ingin fasilitas ini kembali hidup dan menjadi wadah pengembangan minat serta bakat siswa,” katanya.
Melalui sinergi bersama Komite Sekolah, kendala tersebut akhirnya dapat diatasi. Dukungan pembiayaan dari komite memungkinkan sekolah menghadirkan pembina profesional sehingga pembentukan Tim Drum Band dapat direalisasikan.
Tahun 2026 pun menjadi tonggak sejarah baru bagi SMAN 6 Kota Malang dengan resmi berdirinya Tim Drum Band sekolah.
Mengenakan seragam biru, penampilan perdana tim di lapangan sekolah berhasil memukau siswa, guru, dan orang tua yang hadir. Antusiasme peserta MPLS menunjukkan besarnya minat terhadap ekstrakurikuler baru tersebut yang diproyeksikan menjadi salah satu kegiatan favorit di SMAN 6 Kota Malang.
Sekolah optimistis keberadaan Drum Band tidak hanya memperkaya pilihan kegiatan nonakademik, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter siswa melalui kedisiplinan, kerja sama, kreativitas, dan rasa percaya diri.
Ke depan, Tim Drum Band SMAN 6 Kota Malang ditargetkan mampu mengikuti berbagai kompetisi serta menyusul prestasi ekstrakurikuler unggulan lainnya, seperti Paskibraka, yang selama ini telah mengharumkan nama sekolah di tingkat daerah maupun nasional.
Optimalisasi aset sekolah yang dipadukan dengan kolaborasi bersama Komite Sekolah menjadi bukti bahwa inovasi pendidikan tetap dapat diwujudkan meski di tengah keterbatasan anggaran. Langkah tersebut sekaligus menegaskan komitmen SMAN 6 Kota Malang dalam memberikan ruang seluas-luasnya bagi pengembangan potensi dan karakter generasi muda.






