Gandeng Mitra Tiga Negara, UMM Hadirkan Laboratorium Sensorik Berstandar Internasional

Sketsamalang.com – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali memperkuat kiprahnya dalam pengembangan riset dan inovasi pangan dengan meresmikan Sensory Laboratory atau Laboratorium Sensorik bertaraf internasional untuk Program Studi Teknologi Pangan. Fasilitas yang berlokasi di kawasan Edupark UMM tersebut diharapkan menjadi pusat pengujian sensori ilmiah yang mampu meningkatkan kualitas serta daya saing produk pangan Indonesia, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Peresmian laboratorium pada Rabu (8/7) itu merupakan hasil kolaborasi internasional melalui VLIR-UOS Team Project 2024 yang melibatkan mitra dari Belgia, Ekuador, dan Filipina, serta sejumlah institusi riset lainnya.

Keberadaan laboratorium ini menjadi jawaban atas kebutuhan industri pangan yang selama ini masih terbatas dalam mengakses layanan pengujian sensori secara ilmiah. Berbagai produk, mulai dari makanan, minuman, hingga camilan, kini dapat diuji menggunakan standar internasional untuk memastikan kualitasnya sesuai dengan preferensi konsumen sebelum dipasarkan.

Wakil Rektor IV UMM, Prof. Dr. Muhamad Salis Yuniardi, S.Psi., M.Psi., Ph.D.

Penanggung Jawab Laboratorium Sensorik UMM, Dahlia Elianarni, S.TP., M.Sc., mengatakan laboratorium tersebut dirancang sebagai jembatan antara dunia akademik dan industri pangan.

“Sensory Laboratory ini digunakan untuk menguji berbagai produk, mulai dari makanan, minuman, camilan, hingga produk pangan lainnya. Seluruh fasilitas dirancang mengikuti standar internasional sehingga mahasiswa Teknologi Pangan UMM dapat melakukan pengujian dengan prosedur yang setara dengan laboratorium di berbagai negara. Kami juga membuka layanan bagi masyarakat dan pelaku usaha yang membutuhkan pengujian sensori agar produk yang dikembangkan memiliki kualitas yang lebih baik dan sesuai dengan kebutuhan konsumen,” ujar Dahlia.

Menurutnya, fasilitas tersebut tidak hanya menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga membuka akses layanan pengujian ilmiah bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk meningkatkan mutu produk lokal.

Sementara itu, Wakil Rektor IV UMM, Prof. Dr. Muhamad Salis Yuniardi, S.Psi., M.Psi., Ph.D., Psikolog, menilai kehadiran Laboratorium Sensorik menjadi tonggak penting dalam memperkuat kolaborasi riset internasional sekaligus mendukung pengembangan komoditas unggulan Indonesia.

“Kami berharap kolaborasi ini terus diperkuat dari tahun ke tahun. Indonesia memiliki potensi besar pada komoditas cocoa bean, namun daya saingnya perlu terus ditingkatkan melalui penelitian dan inovasi. Sensory Laboratory menjadi salah satu langkah strategis untuk mendukung pengembangan cocoa bean serta berbagai produk pangan Indonesia agar memiliki kualitas yang mampu bersaing di tingkat internasional,” tegas Salis.

Ke depan, Laboratorium Sensorik akan menjadi bagian dari pengembangan kawasan Edupark UMM sekaligus mendukung Center of Excellence (CoE) Kakao. Melalui sinergi antara pendidikan, penelitian, dan layanan kepada masyarakat, fasilitas ini diharapkan mampu melahirkan inovasi pangan berkelanjutan serta memberikan nilai tambah bagi industri pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *