Sketsamalang.com – Departemen Akreditasi dan Penjaminan Mutu Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) Jawa Timur bekerja sama dengan Universitas Merdeka (Unmer) Malang menyelenggarakan workshop bertajuk “Strategi Penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal dan Kesiapan Program Studi Menghadapi Akreditasi LAMSPAK 2.0”. Kegiatan ini digelar secara luring di Gedung Pusat Pertemuan Ilmiah (PPI) Rektorat Unmer Malang.
Workshop tersebut menjadi forum strategis bagi program studi Ilmu Komunikasi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk memahami kebijakan terbaru sekaligus mempersiapkan diri menghadapi implementasi instrumen akreditasi LAMSPAK 2.0.
Ketua Departemen Akreditasi dan Penjaminan Mutu ASPIKOM Jawa Timur, Dr. Santi Isnaini, S.Sos., M.M., memimpin jalannya kegiatan yang mendapat sambutan positif dari Ketua ASPIKOM Jawa Timur, Awang Dharmawan, S.I.Kom., M.A.
Dalam sambutannya, Awang menyampaikan bahwa workshop tersebut merupakan agenda yang telah lama dinantikan oleh program studi Ilmu Komunikasi, tidak hanya di Jawa, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia. Menurutnya, kegiatan ini menjadi wadah penting untuk memahami perubahan instrumen akreditasi sekaligus menyusun strategi dalam meningkatkan kualitas program studi.
Rektor Universitas Merdeka Malang, Dr. Prihat Assih, S.E., M.Si., Ak., CSRS., yang membuka acara secara resmi menegaskan bahwa Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) merupakan fondasi utama dalam pengembangan perguruan tinggi.
“Penjaminan mutu menjadi tonggak bagaimana perguruan tinggi dapat berperan dalam akreditasi nasional. Di era saat ini, yang terpenting adalah membangun kolaborasi dan inovasi agar mampu mencapai akreditasi unggul,” ujarnya.
Sesi pertama workshop dipandu oleh moderator Dr. Saudah, S.Sos., M.Si. dengan menghadirkan Prof. Dr. Catur Suratnoaji, M.Si. sebagai narasumber. Ia memaparkan materi mengenai “Transformasi Penjaminan Mutu di Era Kampus Berdampak Berdasarkan Permendikbudsaintek Nomor 39 Tahun 2025.”
Dalam paparannya, Prof. Catur menjelaskan bahwa perguruan tinggi dituntut bertransformasi untuk menjawab tantangan global, perkembangan teknologi digital, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Menurutnya, sistem penjaminan mutu harus mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut agar kualitas pendidikan tinggi tetap terjaga.
Workshop kemudian dilanjutkan dengan sesi kedua yang dipandu Mohamad Insan R., S.I.Kom., M.Med.Kom. Narasumber Prof. Anang Sujoko, S.Sos., M.Si. mengulas strategi praktis yang perlu diterapkan program studi dalam menghadapi kebijakan akreditasi terbaru.
Ia menekankan bahwa setiap program studi tidak cukup hanya merumuskan visi dan misi yang unik, tetapi juga harus mampu mengomunikasikan serta mempromosikan keunggulan tersebut kepada masyarakat dan para pemangku kepentingan sebagai bagian dari peningkatan daya saing institusi.
Melalui workshop ini, Departemen Akreditasi dan Penjaminan Mutu ASPIKOM Jawa Timur berharap seluruh program studi Ilmu Komunikasi semakin siap menghadapi proses akreditasi LAMSPAK 2.0, mulai dari penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal, penyusunan dokumen yang valid, hingga penerapan strategi yang tepat untuk meraih predikat akreditasi unggul.
Kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong lahirnya program studi yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan dalam menghadapi dinamika pendidikan tinggi di Indonesia.






