Pasang Meteran Air, FTAB UB Komitmen Turunkan Konsumsi Air Tiap Bulan

Sketsamalang.com – Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem Universitas Brawijaya (FTAB UB) memasang meteran air di seluruh gedung sebagai upaya meningkatkan efisiensi penggunaan air. Program yang menjadi bagian dari Smart Green Campus FTAB UB ini bertujuan memantau konsumsi air secara akurat, transparan, dan berkelanjutan dengan target menurunkan pemakaian air setiap bulan, sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak serta SDGs 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

Melalui pemasangan meteran air, setiap gedung di lingkungan FTAB UB kini memiliki sistem pencatatan penggunaan air yang dapat dipantau secara berkala. Data tersebut akan dianalisis dan dievaluasi setiap bulan sebagai dasar penyusunan langkah-langkah efisiensi penggunaan air.

Kepala Tata Usaha FTAB UB, Firmansyah, SH, mengatakan kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut hasil audit lingkungan internal yang menunjukkan perlunya sistem pemantauan konsumsi air yang lebih terukur.

“Selama ini kami belum memiliki data riil mengenai jumlah air yang digunakan di setiap gedung maupun laboratorium. Dengan adanya meteran air, seluruh penggunaan menjadi terukur. Jika sudah terukur, maka akan lebih mudah dikelola. Target kami jelas, setiap bulan harus ada penurunan konsumsi air sesuai arahan Dekan dan Rektor dalam mewujudkan kampus yang peduli lingkungan,” ujarnya.

Menurut Firmansyah, ke depan data dari meteran air akan diintegrasikan ke dalam sistem pelaporan yang dapat diakses pimpinan secara transparan. Selain itu, setiap unit kerja akan memperoleh laporan penggunaan air bulanan sebagai bahan evaluasi dan dasar peningkatan efisiensi.

Dekan FTAB UB, Prof. Yusuf Hendrawan, STP., M.App.Life.Sc., Ph.D.

Dekan FTAB UB, Prof. Yusuf Hendrawan, STP., M.App.Life.Sc., Ph.D., menegaskan bahwa program tersebut tidak semata-mata bertujuan menghemat biaya operasional, tetapi juga membangun budaya peduli lingkungan di lingkungan kampus.

“Ini bukan hanya soal menghemat biaya, tetapi juga membangun budaya. Kami ingin seluruh sivitas akademika FTAB menyadari bahwa air merupakan sumber daya yang terbatas. Mulai dari dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk menutup keran setelah digunakan, memeriksa kebocoran, dan memanfaatkan air secara seefisien mungkin,” tegasnya.

Selain memasang meteran air, FTAB UB juga akan memperkuat edukasi mengenai penghematan air serta melakukan peningkatan fasilitas sanitasi hemat air di toilet maupun laboratorium. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi model pengelolaan sumber daya air yang dapat diterapkan oleh fakultas lain di Universitas Brawijaya.

Melalui program ini, FTAB UB menegaskan komitmennya dalam mewujudkan kampus yang berkelanjutan, ramah lingkungan, serta bertanggung jawab terhadap pengelolaan sumber daya alam melalui penerapan prinsip Smart Green Campus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *