Sketsamalang.com – Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) bersama Politeknik Sultan Salahuddin Abdul Aziz Shah (PSA), Malaysia, menggelar International Community Service di Desa Kalisodo dan Desa Jedong, Kabupaten Malang. Program pengabdian masyarakat internasional yang berlangsung melalui kolaborasi dengan Perum Jasa Tirta I dan Petrokimia Gresik itu diwujudkan dalam pemasangan rambu lalu lintas, cermin tikungan (convex mirror), penanaman 100 bibit pohon, serta edukasi konservasi lingkungan guna meningkatkan keselamatan berkendara dan mendukung pembangunan desa berkelanjutan.
Wakil Rektor III UNITRI, Warter Agustim, S.E., M.M., mengatakan kegiatan tersebut merupakan implementasi kerja sama internasional yang sekaligus memperkuat komitmen kampus dalam membina masyarakat di wilayah desa binaan.
Menurutnya, Desa Jedong dan Desa Kalisodo selama ini menjadi lokasi berbagai program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan UNITRI.
“Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian kami terhadap desa binaan. Selain berkolaborasi dengan Politeknik Sultan Salahuddin Abdul Aziz Shah Malaysia, kami juga menggandeng Perum Jasa Tirta I dan Petrokimia Gresik untuk bersama-sama membangun desa binaan,” ujarnya.
Warter menjelaskan, Perum Jasa Tirta I berkontribusi melalui bantuan sekitar 100 bibit pohon yang ditanam di kawasan desa sekaligus disalurkan kepada masyarakat. Sementara itu, Petrokimia Gresik menjalin sinergi dengan UNITRI dalam mendukung pengembangan desa binaan secara berkelanjutan.
Tim Pengabdian Masyarakat International Community Service UNITRI, Galih Damar Pandulu, S.T., M.T., menjelaskan bahwa salah satu fokus utama kegiatan adalah meningkatkan keselamatan lalu lintas di jalan desa.
Sebelum pemasangan fasilitas keselamatan dilakukan, tim melaksanakan inventarisasi titik rawan kecelakaan selama kurang lebih satu bulan. Tahapan tersebut dilanjutkan dengan pengukuran geometrik jalan untuk menentukan kebutuhan penanganan di lapangan.
“Hasil identifikasi menunjukkan beberapa titik membutuhkan penanganan teknik lalu lintas. Karena itu kami memasang tiga cermin tikungan dan tujuh rambu lalu lintas sebagai panduan bagi pengguna jalan,” jelas Galih.

Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu mengurangi potensi kecelakaan sekaligus meningkatkan keamanan pengguna jalan di Desa Kalisodo dan Desa Jedong.
Selain aspek keselamatan lalu lintas, kegiatan juga diisi dengan aksi penghijauan melalui penanaman 100 bibit pohon hasil kolaborasi bersama Perum Jasa Tirta I. Bibit yang ditanam meliputi matoa, kelengkeng, tabebuya, palem, durian, jambu, serta berbagai jenis tanaman pelindung lainnya.
Galih menegaskan, program tersebut selaras dengan komitmen UNITRI dalam mendorong pelestarian lingkungan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
“Kami tidak hanya melakukan penanaman pohon, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya konservasi dan keberlanjutan lingkungan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Program Civil Engineering Politeknik Sultan Salahuddin Abdul Aziz Shah, Malaysia, Hazruwani Binti A. Halim, menilai kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi internasional antara perguruan tinggi di Indonesia dan Malaysia.
Ia mengatakan kerja sama tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa dari kedua negara untuk memperoleh pengalaman belajar secara langsung melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
“Kami ingin mahasiswa memperoleh pengalaman langsung di lapangan sehingga ilmu teknik sipil yang dipelajari di kelas dapat diterapkan untuk membantu masyarakat,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa Indonesia dan Malaysia terlibat langsung dalam pemasangan rambu lalu lintas, penanaman pohon, serta edukasi mengenai konsep keberlanjutan (sustainability), termasuk penerapan prinsip reduce dan recycle.
Hazruwani menambahkan, pengalaman berinteraksi dengan masyarakat menjadi pelengkap pembelajaran teori yang diperoleh mahasiswa di ruang kelas. Ia juga mengapresiasi komitmen UNITRI yang dinilai konsisten mengintegrasikan nilai keberlanjutan dalam pendidikan sekaligus memperluas pengalaman mahasiswa melalui kegiatan pengabdian masyarakat berskala internasional.






