Sketsamalang.com – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Departemen Statistika Universitas Brawijaya (UB) mengembangkan dan mengimplementasikan sistem deteksi dini kesulitan belajar berbasis statistik sederhana di SDN Sukoharjo 2 Kota Malang. Program yang berlangsung sejak 5 Mei hingga 22 Juni 2026 ini bertujuan membantu guru mengidentifikasi kesulitan belajar siswa secara lebih cepat, sistematis, dan berbasis data sehingga strategi pembelajaran dapat disusun lebih tepat sasaran.
Program bertajuk “Pengembangan dan Implementasi Sistem Deteksi Dini Kesulitan Belajar Siswa SDN Sukoharjo 2 Kota Malang Berbasis Statistik Sederhana” tersebut juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) tentang pendidikan berkualitas dan SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah.
Kegiatan dipimpin oleh Nur Kamilah Sa’diyah, S.Stat., M.Stat. sebagai ketua tim, dengan anggota dosen Dr. Eni Sumarminingsih, S.Si., M.M. dan Ir. Mudjiono, M.M.. Tim juga melibatkan mahasiswa, yakni Meidy Indhira Putri, S.Mat. (Magister Statistika UB), Melky Andrean Tarigan (Sarjana Statistika UB), dan Gesya Nur Azizah (Sarjana Sains Data UB).
Program dilaksanakan bekerja sama dengan SDN Sukoharjo 2 Kota Malang yang dipimpin oleh Nia Rista Yuraika Suprapto, S.Pd.
Tahap pertama kegiatan dilaksanakan pada 5 Mei 2026 melalui pengumpulan data menggunakan instrumen deteksi dini terhadap siswa kelas V.
Instrumen tersebut dirancang untuk memetakan berbagai indikator yang berpengaruh terhadap proses belajar, mulai dari kemampuan literasi, numerasi, hingga perilaku belajar siswa. Seluruh proses dilakukan secara langsung di sekolah dengan pendampingan guru kelas dan tim pengabdian.
Data yang terkumpul kemudian diolah menggunakan sistem berbasis spreadsheet yang dikembangkan tim. Hasil analisis disajikan dalam bentuk informasi yang mudah dipahami sehingga dapat dimanfaatkan guru sebagai dasar penyusunan strategi pembelajaran.
Ketua tim pengabdian, Nur Kamilah Sa’diyah, mengatakan sistem tersebut dirancang agar mudah digunakan oleh tenaga pendidik tanpa memerlukan kemampuan statistik yang kompleks.
“Melalui sistem ini, guru tidak hanya memperoleh data hasil belajar siswa, tetapi juga dapat mengidentifikasi secara lebih dini siswa yang membutuhkan perhatian atau pendampingan khusus. Pendekatan yang digunakan sengaja dibuat sederhana agar dapat diterapkan secara mandiri oleh guru,” ujarnya.

Setelah proses pengumpulan dan pengolahan data selesai, kegiatan berlanjut pada 22 Juni 2026 melalui pelatihan dan pendampingan penggunaan sistem bagi guru SDN Sukoharjo 2 Kota Malang.
Pelatihan diawali dengan pre-test untuk mengukur pemahaman awal peserta mengenai analisis data pembelajaran.
Selanjutnya, Dr. Eni Sumarminingsih menyampaikan materi mengenai panduan operasional sistem, mulai dari teknik pengumpulan data, input data siswa, interpretasi hasil analisis, hingga pemanfaatannya sebagai dasar penyusunan strategi pembelajaran.
Sementara itu, Nur Kamilah Sa’diyah menjelaskan logika dan arsitektur formula spreadsheet yang menjadi inti sistem. Melalui materi tersebut, para guru diperkenalkan pada proses pengolahan data secara otomatis sekaligus meningkatkan literasi data di lingkungan sekolah.
Pelatihan juga dilengkapi dengan praktik langsung menggunakan spreadsheet, simulasi analisis data siswa, serta sesi diskusi dan tanya jawab sehingga peserta dapat memahami penerapan sistem secara menyeluruh.
Kolaborasi antara Universitas Brawijaya dan SDN Sukoharjo 2 Kota Malang menjadi implementasi nyata SDG 17, yakni membangun kemitraan antara perguruan tinggi dan sekolah dalam menghasilkan inovasi pendidikan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Di sisi lain, pengembangan sistem deteksi dini ini juga mendukung SDG 4 karena mendorong terciptanya pendidikan yang lebih inklusif, berkualitas, dan berkeadilan melalui pemanfaatan data sebagai dasar pengambilan keputusan pembelajaran.
Melalui program tersebut, tim pengabdian berharap sekolah mampu mengidentifikasi kesulitan belajar siswa sejak dini sehingga intervensi pembelajaran dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.
Ke depan, sistem yang telah dikembangkan diharapkan terus dimanfaatkan dan disempurnakan sebagai bagian dari penguatan budaya pembelajaran berbasis data di sekolah dasar, sekaligus menjadi kontribusi Universitas Brawijaya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia Indonesia.






