Sketsamalang.com — Tim nasional sepak bola Jerman berhasil mengamankan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah memetik kemenangan dramatis atas Pantai Gading. Bertanding di Toronto Stadium, Kanada, pada Minggu (21/6/2026) dini hari WIB, skuad berjuluk Die Mannschaft menyudahi perlawanan sengit wakil Afrika tersebut dengan skor tipis 2-1.
Pertandingan ini berjalan alot sejak peluit pertama dibunyikan. Pantai Gading yang tampil disiplin berhasil mengejutkan barisan pertahanan Jerman pada babak pertama. Memanfaatkan situasi sepak pojok pada menit ke-29, gelandang senior Franck Kessié sukses menjebol gawang yang dikawal Manuel Neuer. Skor 0-1 untuk keunggulan Pantai Gading bertahan hingga turun minum.
Memasuki paruh kedua, pelatih Jerman melakukan penyegaran strategi dengan memasukkan beberapa pemain pengganti, termasuk penyerang VfB Stuttgart, Deniz Undav. Keputusan ini terbukti menjadi kunci pembalik keadaan. Jerman meningkatkan intensitas serangan dan mengurung lini pertahanan lawan.
Kebuntuan Jerman akhirnya pecah pada menit ke-68. Menerima umpan silang akurat dari sisi kanan, Deniz Undav yang berada di dalam kotak penalti dengan cerdik menyontek bola ke dalam jaring gawang Yahia Fofana. Gol tersebut mengubah kedudukan menjadi imbang 1-1 dan membakar semangat juang anak-anak asuh Jerman.
Menjelang akhir laga, pertandingan berlangsung kian menegangkan. Pantai Gading sejatinya mendapatkan peluang emas melalui Simon Adingra pada menit ke-88, tetapi penyelesaian akhir yang terburu-buru membuat bola urung berbuah gol.
Malapetaka bagi Pantai Gading justru datang pada masa cedera (injury time). Tepat pada menit ke-90+4, Felix Nmecha melepaskan operan matang dari luar kotak penalti ke arah Undav. Penyerang berusia 29 tahun itu mengontrol bola, memutar badan, dan melesakkan tembakan keras yang tidak mampu dihalau Fofana. Gol dramatis ini mengunci kemenangan Jerman dengan skor akhir 2-1.
Dengan hasil positif pada pertandingan kedua Grup E ini, Jerman memastikan diri lolos ke babak berikutnya, sekaligus menghapus memori kelam kegagalan fase grup pada dua edisi Piala Dunia sebelumnya.






