Sketsamalang.com – Program Studi Seni Rupa Murni Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya (FIB UB) kembali menggelar Brawijaya Fine Art Competition (BFAC) 2026, ajang kompetisi seni rupa tingkat nasional bagi siswa SMA/SMK/MA sederajat.
Kompetisi yang telah memasuki tahun ketiga ini berlangsung mulai 15 April hingga pengumuman pemenang pada 11 Mei 2026. BFAC 2026 menjadi ruang apresiasi sekaligus pengembangan kreativitas generasi muda di bidang seni rupa dan industri kreatif.
Mengusung tema “Future Canvas: dari Seni Rupa Murni FIB UB, Lahir Generasi Kreatif”, kompetisi tersebut menghadirkan berbagai cabang lomba yang memadukan seni konvensional dengan media digital sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan dunia kreatif.
Kegiatan yang dipusatkan di Gedung B FIB UB ini menghadirkan empat cabang lomba, yakni Digital Drawing, lomba lukis, Digital Poster, dan fotografi. Dua cabang pertama dilaksanakan secara luring di lingkungan FIB UB, sedangkan lomba Digital Poster dan fotografi digelar secara daring agar dapat menjangkau peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Dekan FIB UB, Sahiruddin menjelaskan, BFAC 2026 merupakan bagian dari komitmen Program Studi Seni Rupa Murni FIB UB dalam membuka ruang eksplorasi artistik bagi generasi muda sekaligus memperkenalkan lingkungan akademik seni rupa kepada calon mahasiswa.
“Selain menjadi wadah kompetisi, kegiatan ini juga dirancang sebagai media edukasi dan promosi budaya visual kreatif di kalangan pelajar,” ujarnya.
Pada cabang Digital Drawing, peserta diwajibkan membawa perangkat gambar digital secara mandiri seperti pentab dan laptop. Sementara panitia menyediakan fasilitas tempat dan kelistrikan. Adapun pada cabang lomba lukis, peserta memperoleh fasilitas kanvas dan easel yang telah disiapkan panitia.
Sementara itu, cabang lomba daring seperti Digital Poster dan fotografi memungkinkan siswa dari berbagai wilayah mengikuti kompetisi tanpa harus hadir langsung di Kota Malang. Sistem pengumpulan karya dilakukan melalui Google Form, sedangkan penjurian dilaksanakan secara daring melalui Google Drive dan Zoom Meeting bersama dewan juri.
Tidak hanya memperebutkan uang pembinaan, para pemenang juga memperoleh potongan Iuran Pengembangan Institusi (IPI) dan sertifikat yang dapat menjadi golden ticket prioritas masuk Program Studi Seni Rupa Murni FIB UB.
Menurut Sahiruddin, BFAC tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga bagian dari strategi pembinaan talenta muda di bidang seni rupa yang berpotensi melanjutkan pendidikan di bidang seni dan budaya.
Penyelenggaraan BFAC 2026 turut didukung strategi publikasi kreatif melalui desain poster, konten media sosial, hingga promosi melalui kanal berita FIB UB dan media eksternal. Dokumentasi kegiatan juga dikemas dalam bentuk video dan konten media sosial untuk memperluas jangkauan publikasi.
“Melalui kegiatan ini, FIB UB kembali menegaskan posisinya sebagai ruang pengembangan seni dan budaya yang terbuka terhadap kreativitas generasi muda. BFAC 2026 bukan sekadar perlombaan, melainkan upaya membangun ekosistem seni rupa yang inklusif, inovatif, dan relevan dengan perkembangan zaman,” kata Sahiruddin.
Ia berharap BFAC dapat terus menjadi panggung lahirnya talenta-talenta muda yang mampu membawa seni rupa Indonesia berkembang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.






