Hadiri MPLS SR di Malang, Sri Untari Tekankan Agar Sekolah Rakyat Jadi Sekolah yang Aman dan Bebas Perundungan

Sketsamalang.com, Malang – Pelaksanaan Open House Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat digelar serentak di enam provinsi. Untuk wilayah Jawa Timur, kegiatan dipusatkan di Kabupaten Malang yang menjadi lokasi Sekolah Rakyat Terintegrasi untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Dr. Sri Untari Bisowarno turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim Hikmah Bafaqih. Kehadiran mereka menjadi bagian dari peninjauan kesiapan Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Malang yang mulai difungsikan.

Sekolah terpadu tersebut telah selesai dibangun dan dilengkapi berbagai sarana serta prasarana penunjang pendidikan. Sejumlah siswa, baik yang berasal dari limpahan BLK Singosari maupun peserta didik baru, juga telah mulai menempati asrama.

Sekolah Rakyat merupakan salah satu program strategis Presiden Prabowo Subianto yang menyasar masyarakat kurang mampu, khususnya kelompok Desil 1 dan Desil 2.

Program tersebut diharapkan mampu memperluas akses pendidikan bagi anak-anak yang sebelumnya berisiko putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi.

Dalam kegiatan Open House MPLS tersebut, jajaran Kemensos bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan DPRD Jatim menekankan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif.

Sri Untari menegaskan bahwa aspek keamanan dan kenyamanan siswa harus menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

“Sekolah Rakyat harus menjadi tempat yang aman bagi anak-anak untuk belajar, berkembang, dan membangun masa depan. Karena itu, tidak boleh ada perundungan maupun tindakan kekerasan di lingkungan sekolah,” ucapnya.

Menurut Sri Untari, pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar di dalam kelas, tetapi juga bagaimana membentuk karakter dan kemandirian peserta didik.

Karena itu, keberadaan sistem pendidikan berasrama di Sekolah Rakyat diharapkan mampu memberikan dukungan yang lebih menyeluruh bagi siswa dari keluarga prasejahtera.

“Anak-anak ini harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas. Kita ingin mereka tumbuh menjadi generasi yang mandiri dan mampu memperbaiki masa depan keluarganya,” tegasnya.

Open House MPLS Sekolah Rakyat di Kabupaten Malang turut dihadiri jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Malang, perwakilan Kementerian Sosial, Kementerian Pekerjaan Umum, Forkopimda, siswa, serta orang tua peserta didik.

Kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan menjadi salah satu solusi untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Dengan fasilitas pendidikan dan asrama yang terpadu, siswa diharapkan dapat belajar secara optimal tanpa terbebani persoalan biaya pendidikan.

Program tersebut sekaligus diharapkan menjadi bagian dari upaya memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *