Oleh: Nurintan Dyah Kusumaningtyas (Penulis merupakan Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Unmer Malang)
Sketsamalang.com – Desa Dalisodo bukan sekadar nama di peta. Desa ini lahir dari perjalanan panjang masyarakatnya, dimulai dari dua dusun kecil yang tumbuh berdampingan dan kemudian bersepakat membangun identitas bersama. Sejarah berdirinya Desa Dalisodo menyimpan cerita tentang musyawarah warga, dinamika sosial, serta nilai kebersamaan yang hingga kini masih dijaga.
Pada awalnya, wilayah Desa Dalisodo terdiri dari Dusun Kendalisodo dan Dusun Bedali. Secara administratif, kedua dusun tersebut masih berada di bawah pemerintahan Desa Jedong. Seiring waktu, kebutuhan akan pelayanan publik yang lebih dekat dan pengelolaan wilayah yang lebih mandiri mulai dirasakan oleh masyarakat kedua dusun.
Kesepakatan itu akhirnya tercapai pada tahun 1939. Melalui musyawarah bersama, warga Dusun Kendalisodo dan Dusun Bedali sepakat memisahkan diri dari Desa Jedong dan membentuk pemerintahan desa sendiri dengan nama Desa Bedalisodo. Nama tersebut dipilih sebagai simbol penyatuan dua dusun yang menjadi dasar terbentuknya desa.
Menariknya, salah satu dusun yang menjadi cikal bakal desa, yaitu Dusun Bedali, memiliki cerita lisan yang masih dipercaya hingga kini.
Kepala Desa Dalisodo, Suprapto, menuturkan bahwa nama Bedali berkaitan dengan kisah pertapaan Hanoman di kawasan Gunung Kawi.
“Nama Bedali itu berasal dari cerita pertapaan Hanoman di Gunung Kawi yang tidak berhasil. Dalam cerita lisan masyarakat, Hanoman kemudian melarikan diri, atau bedal dalam bahasa Jawa. Dari situlah muncul nama Dusun Bedali,” ujar Suprapto.
Seiring berjalannya waktu, dinamika sosial di Desa Bedalisodo terus berkembang. Perbedaan penamaan dusun dinilai berpotensi memicu kecemburuan sosial antarwilayah. Untuk menjaga keharmonisan dan rasa keadilan di tengah masyarakat, pemerintah desa bersama warga kemudian mengambil langkah penyesuaian administratif.
Pada tahun 1982, nama Dusun Bedali resmi diubah menjadi Dusun Dalisodo. Perubahan ini menjadi bagian dari upaya menyatukan identitas desa serta memperkuat rasa kebersamaan antarwarga. Sejak saat itu, nama Dalisodo digunakan secara resmi dan terus melekat sebagai identitas desa hingga sekarang.
Perjalanan sejarah Desa Dalisodo menunjukkan bahwa desa ini dibangun melalui proses dialog dan kesepakatan bersama. Dari cerita lisan hingga keputusan administratif, setiap fase menjadi fondasi penting dalam membentuk Desa Dalisodo sebagai desa yang lahir dari kebersamaan dan tumbuh bersama masyarakatnya.






