Sketsamalang.com – Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur Kota Padang, Sumatera Barat, sejak pukul 12.00–12.20 WIB, Sabtu (10/10/2026), memicu luapan sejumlah sungai dan banjir di beberapa kawasan permukiman. Pemerintah Kota (Pemkot) Padang menetapkan status siaga banjir. Tim gabungan diterjunkan untuk mengevakuasi warga yang terjebak.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Hendri Zulviton, menyatakan bahwa debit air di sejumlah sungai meningkat hingga meluap ke permukiman warga.
“Sejauh ini laporan dari dua kecamatan. Kecamatan Kuranji dan Kecamatan Koto Tangah,” ujarnya.
Lokasi terparah di Kecamatan Kuranji adalah kawasan Guo dan Lapau Munggu, sedangkan di Kecamatan Koto Tangah berada di Lumin Park dan Kampung Apa, Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto.
Banjir juga dilaporkan di kawasan Nanggalo, termasuk Tabiang Banda Gadang. Sejumlah warga terpaksa naik ke loteng atau lantai atas rumah untuk menyelamatkan diri. Air merendam rumah-rumah hingga pagar jebol di beberapa titik. Kawasan Lumin Park di Lubuk Minturun, yang pernah dilanda banjir bandang pada November 2025, kembali terendam.
Data pemantauan Early Warning System (EWS) menunjukkan status warning. Alat pemantau mencatat ketinggian air di Lubuk Minturun mencapai 3,72 meter, di Batu Busuk 4,29 meter, dan di Guo sekitar 2,23–2,31 meter. Sirene peringatan dini dibunyikan.
Wali Kota Padang Fadly Amran mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) gabungan yang terdiri atas personel BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, serta didukung TNI, Polri, dan Basarnas. Fokus utama adalah evakuasi warga. Hingga sore hingga malam hari, proses penyelamatan masih berlangsung.
Pendataan sementara menunjukkan sekitar 40 kepala keluarga terdampak di Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji. Di Kampung Apa, sekitar 35 orang dievakuasi, sementara di Lumin Park diperkirakan 40 orang. Belasan warga dilaporkan terjebak dan memerlukan pertolongan. Kantor SAR Kelas A Padang mengerahkan tujuh personel rescuer ke lokasi. Belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa.
Akses jalan di beberapa titik terganggu, antara lain di kawasan Bypass depan Rumah Sakit Siti Rahma dan depan pemakaman umum Tunggul Hitam, sehingga menyebabkan kemacetan. Hingga pukul 19.00 WIB, hujan masih turun di sejumlah tempat, meski di beberapa lokasi mulai reda.
BPBD Kota Padang mengimbau warga, khususnya yang tinggal di sekitar aliran sungai, untuk tetap waspada, menjauhi arus deras, dan segera mengungsi ke tempat aman jika kondisi membahayakan. Penanganan darurat terus dilakukan dengan mengutamakan keselamatan masyarakat.







