Virtual Epigenetik Media dan Case-Based Learning Hadirkan Inovasi Pembelajaran Epigenetika di Universitas Negeri Malang

Sketsamalang.com, MALANG — Bagaimana mahasiswa memahami bahwa pola hidup, lingkungan, dan pengalaman dapat berkaitan dengan pengaturan aktivitas gen tanpa mengubah urutan DNA? Pertanyaan tersebut menjadi salah satu pintu masuk bagi pengembangan inovasi pembelajaran epigenetika melalui Virtual Epigenetics Media (VEM) yang diintegrasikan dengan Case-Based Learning (CBL) di Universitas Negeri Malang (UM).

Epigenetika merupakan bidang biologi yang mempelajari mekanisme pengaturan aktivitas gen yang tidak selalu melibatkan perubahan urutan DNA. Materi ini memiliki relevansi yang luas, mulai dari perkembangan organisme hingga kajian kesehatan. Namun, mekanisme epigenetik seperti metilasi DNA dan modifikasi histon tidak mudah dipahami hanya melalui penjelasan verbal atau gambar statis.

VEM dikembangkan untuk membantu mahasiswa mengeksplorasi konsep epigenetika melalui media digital, sedangkan CBL menghadirkan kasus kontekstual sebagai titik awal pembelajaran. Integrasi keduanya diharapkan dapat menjembatani konsep molekuler yang kompleks dengan persoalan nyata yang dapat dianalisis secara ilmiah.

Menghubungkan Konsep Molekuler dengan Kasus Kehidupan Nyata

Melalui pendekatan Case-Based Learning, mahasiswa tidak hanya mempelajari definisi dan mekanisme epigenetik, tetapi juga diajak menelaah kasus, merumuskan pertanyaan, mengeksplorasi informasi ilmiah, serta menyusun penjelasan berdasarkan bukti.

Kasus-kasus yang berkaitan dengan kesehatan dapat menjadi konteks pembelajaran, misalnya regulasi gen pada kanker, hubungan nutrisi dengan proses epigenetik, serta pengaruh stres dan lingkungan terhadap pengaturan aktivitas gen. Pembahasan kasus tersebut perlu dilakukan secara hati-hati agar mahasiswa dapat membedakan hubungan yang ditemukan dalam penelitian dengan hubungan sebab-akibat yang benar-benar telah dibuktikan.

Di sinilah VEM berpotensi memberikan dukungan penting. Visualisasi proses epigenetik dapat membantu mahasiswa membangun gambaran mengenai mekanisme molekuler yang sulit diamati secara langsung. Sementara itu, diskusi berbasis kasus memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menghubungkan visualisasi tersebut dengan bukti ilmiah dan konteks kehidupan nyata.

Hasil Awal Menunjukkan Peningkatan Skor Pembelajaran

Gambaran awal hasil implementasi pembelajaran pada empat kelas mahasiswa UM menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor dari pretest ke posttest. Data yang dianalisis mencakup 116 mahasiswa, dengan 59 mahasiswa pada dua kelas yang menggunakan media VEM dan 57 mahasiswa pada dua kelas pembanding tanpa VEM.

Pada kelompok yang menggunakan VEM, rata-rata skor meningkat dari 15,51 menjadi 20,68. Sementara itu, kelompok pembanding menunjukkan peningkatan dari 15,51 menjadi 17,74.

Secara deskriptif, rata-rata peningkatan skor kelompok yang menggunakan VEM mencapai 5,17 poin, sedangkan kelompok pembanding meningkat 2,23 poin. Dengan demikian, selisih peningkatan rata-rata kedua kelompok adalah sekitar 2,94 poin.

Pada tingkat kelas, peningkatan terbesar terlihat pada kelas CBL yang menggunakan VEM, dengan kenaikan rata-rata sebesar 6,17 poin. Kelas RQA yang menggunakan VEM menunjukkan kenaikan 4,14 poin, sedangkan kelas CBL tanpa VEM meningkat 2,84 poin dan kelas RQA tanpa VEM meningkat 1,50 poin.

Temuan awal tersebut memberikan indikasi yang menjanjikan mengenai potensi penggunaan VEM dalam pembelajaran epigenetika. Namun, perbedaan skor secara deskriptif belum dengan sendirinya membuktikan signifikansi statistik maupun memastikan bahwa peningkatan sepenuhnya disebabkan oleh penggunaan media. Kesimpulan tersebut perlu didukung analisis inferensial yang sesuai dengan desain penelitian.

Menguatkan Literasi Epigenetika

Lebih dari sekadar membantu mahasiswa memahami istilah biologis, inovasi ini memiliki peluang untuk mendukung pengembangan literasi epigenetika, yaitu kemampuan memahami, menafsirkan, dan mengevaluasi informasi mengenai mekanisme epigenetik dalam konteks ilmiah maupun kehidupan sehari-hari.

Literasi tersebut penting ketika masyarakat dihadapkan pada beragam informasi mengenai genetika, nutrisi, gaya hidup, dan kesehatan. Pemahaman yang baik dapat membantu seseorang menilai klaim kesehatan secara lebih kritis, membedakan bukti ilmiah dari informasi yang berlebihan, serta memahami bahwa mekanisme biologis sering kali melibatkan interaksi berbagai faktor.

Integrasi media digital dengan pembelajaran berbasis kasus juga membuka peluang untuk mengembangkan pembelajaran biologi yang lebih kontekstual. Mahasiswa tidak hanya menerima informasi, tetapi berlatih mengajukan pertanyaan, mempertimbangkan bukti, mendiskusikan alternatif penjelasan, dan merefleksikan implikasi pengetahuan biologi terhadap kehidupan.

Teknologi sebagai Mitra Pembelajaran Biologi

Pengembangan VEM dan integrasinya dengan CBL menunjukkan salah satu arah inovasi pendidikan biologi: memanfaatkan teknologi bukan sekadar untuk memindahkan materi ke layar digital, melainkan untuk mendukung proses berpikir ilmiah.

Keberhasilan pendekatan tersebut tetap bergantung pada kesesuaian materi, kualitas visualisasi, rancangan kasus, pendampingan dosen, dan asesmen yang digunakan. Media digital akan memberikan manfaat optimal ketika terintegrasi dengan aktivitas belajar yang mendorong mahasiswa mengeksplorasi, berdiskusi, dan membangun pemahaman berdasarkan bukti.

Melalui pengembangan dan pengujian lebih lanjut, VEM berpotensi menjadi salah satu alternatif media pembelajaran untuk materi genetika dan epigenetika di pendidikan tinggi. Inovasi ini diharapkan dapat membantu menghadirkan pembelajaran biologi yang tidak hanya memperkuat pemahaman konsep, tetapi juga mendorong mahasiswa menjadi pembelajar yang kritis dalam menyikapi informasi ilmiah dan kesehatan.

Mahasiwa Peneliti: Irna Kurniaty, Ketua Tim Peneliti: Prof. Dr. Siti Zubaidah, M.Pd, Hendra Susanto, S.Pd., M.Kes., Ph.D, Peneliti Luar Negeri: Prof. Shiang-You Liu, Ph.D (National Taiwan Normal University)

Sumber Pendanaan: Penelitian ini didanai oleh Dana Non-APBN (PNBP) Universitas Negeri Malang Tahun Anggaran 2026 sesuai dengan SK Nomor 14.04.499/UN32.14.1/LT/2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *