Sketsamalang.com, KOTA BATU – Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) Kota Batu PWI Malang Raya menggelar Turnamen ‘Catur Bahagia’. Kegiatan yang berlangsung di Restoran Bahagia, Taman Rekreasi Selecta, Kamis (6/8/2026), menjadi ajang mempererat sinergi sekaligus menjaring bibit atlet catur menuju Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas).
Pembukaan turnamen dihadiri Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI Andreas Eddy Susetyo, Wali Kota Batu Nurochman, Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto, Sekretaris Daerah Kota Batu Alfi Nurhidayat, Ketua PWI Malang Raya Cahyono, jajaran KONI Kota Batu, serta sejumlah tamu undangan.
Dalam sambutannya, Ketua BAKN DPR RI Andreas Eddy Susetyo menekankan pentingnya dukungan lintas sektor untuk meningkatkan prestasi olahraga nasional yang dinilai masih tertinggal dibanding negara-negara Asia.
Menurutnya, keterbatasan ruang fiskal saat ini perlu diimbangi dengan keterlibatan berbagai pihak, termasuk melalui pemanfaatan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
“Kami di DPR RI mendorong agar CSR BUMN dapat diprioritaskan untuk pembinaan atlet di daerah. Pembahasan ini telah kami jajaki bersama Danantara agar dampaknya benar-benar dirasakan daerah seperti Kota Batu,” ujar Andreas.

Dukungan tersebut mendapat apresiasi dari Wali Kota Batu Nurochman. Ia menilai Turnamen Catur Bahagia bukan sekadar kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter, pembinaan atlet secara berkelanjutan, serta mempererat komunikasi dan kepercayaan antarlembaga.
“Ajang ini bukan sekadar turnamen, melainkan wadah pembentukan karakter, penyemaian bibit unggul secara berkelanjutan, serta ruang terbangunnya silaturahmi, komunikasi, dan kepercayaan antarlembaga yang menjadi modal penting dalam membangun daerah,” kata Nurochman.
Nurochman juga mengaitkan filosofi permainan catur dengan dunia jurnalistik. Menurutnya, kemenangan dalam catur tidak ditentukan oleh kecepatan melangkah, melainkan kemampuan berpikir matang sebelum mengambil keputusan.
Ia menjelaskan, bidak pion mengajarkan bahwa siapa pun dapat berkembang menjadi sosok yang kuat melalui perjuangan, sedangkan langkah raja yang terbatas mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam setiap tindakan.
Nilai-nilai tersebut, lanjutnya, sangat relevan dengan profesi wartawan yang dituntut melakukan verifikasi informasi, berpikir kritis, serta menyajikan fakta secara objektif dan berimbang.
“Nilai-nilai inilah yang kita temukan di atas papan catur, yaitu kecermatan, objektivitas, kesabaran, dan tanggung jawab. Karena itu, turnamen ini menjadi ruang pertemuan pemerintah dan pers yang independen serta konstruktif untuk mewujudkan pelayanan publik yang transparan dan berkualitas,” ujarnya.
Nurochman menambahkan, semangat kolaborasi tersebut sejalan dengan visi mBatu SAE (Sedoyo SAE). Menurutnya, pembangunan Kota Batu membutuhkan peran seluruh elemen masyarakat, sebagaimana setiap bidak dalam permainan catur memiliki fungsi yang saling melengkapi.
Ia mengajak seluruh peserta menjadikan turnamen sebagai momentum mempererat persaudaraan dan menjunjung tinggi sportivitas.
“Menang atau kalah hanyalah hasil pertandingan, tetapi persaudaraan dan kolaborasi adalah kemenangan yang sesungguhnya,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua PWI Malang Raya, Cahyono menjelaskan bahwa Turnamen Catur Bahagia diselenggarakan sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027 yang direncanakan berlangsung di Lampung.
Ia berharap ajang tersebut mampu melahirkan atlet-atlet baru yang dapat memperkuat kontingen PWI Malang Raya, tidak hanya di cabang olahraga catur, tetapi juga cabang olahraga lainnya.
“Turnamen ini sekaligus untuk menjaring atlet-atlet baru. Kami berharap SIWO Kota Batu terus menggali potensi atlet, tidak hanya di catur, tetapi juga cabang olahraga lain. PWI Malang Raya sudah memiliki atlet bulutangkis dan tenis meja. Insyaallah tahun depan catur juga akan ikut Porwanas, sehingga teman-teman yang hobi catur semakin semangat berlatih,” ujar Cahyono.
Melalui Turnamen Catur Bahagia, SIWO PWI Malang Raya menunjukkan bahwa insan pers tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga menjadi penggerak kolaborasi antara pemerintah, DPR RI, KONI, dan masyarakat dalam mendukung pembinaan atlet serta kemajuan olahraga di daerah.






