Sketsamalang.com – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Malang menggelar Sosialisasi Musyawarah Anak Cabang (Musancab) yang diikuti seluruh pengurus Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) se-Kota Malang di Aula DPC PKB Kota Malang, Senin (3/8/2026) malam.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari konsolidasi organisasi menjelang pelaksanaan Musancab yang dijadwalkan berlangsung pada Ahad, 16 Agustus 2026. Selain membahas mekanisme pelaksanaan Musancab, forum ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat soliditas organisasi, kaderisasi, serta arah perjuangan partai.
Ketua DPC PKB Kota Malang, Hj. Hikmah Bafaqih, M.Pd., menegaskan bahwa politik harus dimaknai sebagai jalan pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, keberadaan partai politik tidak hanya diukur dari capaian elektoral, tetapi juga dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.
“Menjadi penolong bagi masyarakat. Itulah jati diri kader PKB. Politik harus menghadirkan solusi, memberikan manfaat, dan selalu berada di tengah-tengah masyarakat ketika mereka membutuhkan,” ujar Hikmah.
Ia menjelaskan, konsep politik kehadiran harus menjadi budaya yang melekat pada setiap kader PKB. Politik kehadiran dimaknai sebagai komitmen untuk selalu hadir mendengar aspirasi, mendampingi masyarakat, serta memberikan solusi atas berbagai persoalan tanpa menunggu momentum politik maupun pemilu.
Menurut Hikmah, kader PKB juga harus mampu merepresentasikan nilai-nilai perjuangan Nahdlatul Ulama (NU) yang mengedepankan kemaslahatan, pelayanan, dan keberpihakan kepada masyarakat kecil. Karena itu, seluruh pengurus, mulai tingkat cabang hingga ranting, dituntut memiliki kepedulian sosial dan membangun komunikasi yang intensif dengan masyarakat.

Selain menekankan politik pelayanan, Hikmah mengingatkan pentingnya membangun struktur organisasi yang kuat sebagai fondasi utama partai.
“Syarat pertama membangun partai adalah memiliki struktur yang kuat. Struktur yang solid akan menjadi fondasi bagi seluruh gerakan politik, kerja-kerja pelayanan, kaderisasi, hingga perjuangan memenangkan kepercayaan masyarakat,” tegasnya.
Ia menilai keberhasilan berbagai program PKB sangat bergantung pada efektivitas struktur organisasi di seluruh tingkatan. Karena itu, Musancab diharapkan mampu melahirkan kepengurusan yang memiliki kapasitas kepemimpinan, loyalitas organisasi, kemampuan komunikasi, dan semangat bekerja secara kolektif.
Dalam kesempatan tersebut, Hikmah juga menyoroti pentingnya regenerasi kader sebagai investasi jangka panjang partai. Salah satu instrumen kaderisasi yang terus diperkuat adalah Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa (Gemasaba) sebagai wadah pembinaan generasi muda yang memiliki komitmen terhadap nilai-nilai perjuangan PKB.
Menurutnya, regenerasi merupakan proses yang tidak dapat dihindari dalam organisasi politik. Namun, proses tersebut harus berjalan dengan tetap menghargai kontribusi kader senior.
“Untuk membangun kekuatan struktur ini, kami mohon seluruh DPRt se-Kota Malang ikut membantu kami. Caranya adalah membantu kader-kader baru tanpa meninggalkan kader lama maupun struktur yang sudah ada. Dengan demikian regenerasi berjalan, tetapi kekompakan, pengalaman, dan nilai-nilai perjuangan yang telah dibangun selama ini tetap terjaga,” ungkapnya.
Ia optimistis sinergi antara kader senior dan generasi muda akan menjadi modal penting bagi PKB Kota Malang dalam menghadapi dinamika politik yang semakin kompleks. Pengalaman para kader senior dipadukan dengan semangat dan inovasi kader muda diyakini mampu membuat partai semakin adaptif tanpa kehilangan jati diri.
Sementara itu, sosialisasi juga diisi dengan pemaparan teknis mengenai tahapan pelaksanaan Musancab, mekanisme administrasi, persyaratan kepengurusan, serta berbagai ketentuan organisasi yang harus dipedomani seluruh peserta.
Seluruh proses pelaksanaan Musancab diarahkan agar berjalan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Kebangkitan Bangsa serta peraturan organisasi yang berlaku.
DPC PKB Kota Malang berharap Musancab pada 16 Agustus 2026 menjadi momentum memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan soliditas antarkader, sekaligus melahirkan kepengurusan anak cabang yang profesional, responsif, dan semakin dekat dengan masyarakat.
Melalui semangat politik kehadiran, penguatan struktur organisasi, dan kaderisasi yang berkelanjutan, PKB Kota Malang menegaskan komitmennya untuk terus hadir melayani masyarakat serta memperjuangkan nilai-nilai kebangsaan dan keislaman yang menjadi ruh perjuangan partai.






