FTAB UB Latih Warga Ketawanggede Olah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi

Sketsamalang.com – Mahasiswa Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya (UB) menggelar pelatihan pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi bagi warga RW 3 Kelurahan Ketawanggede, Kota Malang. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Mahasiswa Membangun Mitra (3M) dan Kampung Lingkar Kampus (KLK) yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah rumah tangga sekaligus membuka peluang usaha berbasis ekonomi sirkular.

Pelatihan tersebut merupakan tindak lanjut dari kegiatan sosialisasi yang sebelumnya dilaksanakan di Kelurahan Ketawanggede. Tingginya antusiasme warga mendorong mahasiswa FTAB UB untuk menghadirkan pelatihan praktik secara langsung di salah satu rumah warga.

Program ini berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) FTAB UB, yakni Nur Lailatul Rahmah, S.Si., M.Si., Ph.D. sebagai ketua DPL, serta Dr. Retno Damayanti, STP., M.P. dan Tunjung Mahatmanto, STP., M.Si., Ph.D. sebagai anggota DPL.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan edukasi mengenai dampak negatif pembuangan minyak jelantah terhadap lingkungan, sekaligus mengajarkan cara mengolahnya menjadi lilin aromaterapi yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan pendampingan mulai dari proses pre-treatment atau penjernihan minyak jelantah hingga tahap pembuatan lilin aromaterapi. Untuk mendukung keberlanjutan program, setiap peserta juga memperoleh bahan praktik serta hasil lilin yang telah dibuat agar dapat dijadikan referensi ketika mempraktikkannya secara mandiri di rumah.

Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan Ketawanggede mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai memberikan pengetahuan sekaligus keterampilan yang mudah diterapkan oleh masyarakat.

“Pelatihan ini memberikan pengetahuan sekaligus keterampilan yang dapat langsung diterapkan oleh masyarakat. Kami berharap ilmu yang diperoleh hari ini dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat bagi lingkungan maupun keluarga,” ujarnya.

Lilin jelantah

Sementara itu, Gizza selaku pemateri sekaligus perwakilan mahasiswa Kelompok 25 Program 3M dan KLK FTAB UB mengatakan bahwa pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi merupakan contoh teknologi sederhana yang dapat diterapkan masyarakat menggunakan bahan yang selama ini dianggap sebagai limbah.

“Kami ingin menunjukkan bahwa limbah rumah tangga masih memiliki potensi untuk diolah menjadi produk yang bermanfaat. Harapannya, masyarakat tidak lagi membuang minyak jelantah sembarangan, tetapi mampu mengolahnya menjadi produk yang bernilai dan bahkan berpotensi menjadi peluang usaha,” kata Gizza.

Keunggulan pelatihan ini terletak pada metode praktik langsung yang melibatkan seluruh peserta dalam setiap tahapan pembuatan lilin aromaterapi. Dengan pendekatan tersebut, warga tidak hanya memahami teori pengelolaan limbah minyak jelantah, tetapi juga memiliki keterampilan untuk menghasilkan produk secara mandiri.

Melalui Program 3M dan Kampung Lingkar Kampus, FTAB UB berharap inovasi sederhana ini dapat mendorong masyarakat menerapkan pengelolaan limbah rumah tangga yang lebih ramah lingkungan, sekaligus menciptakan peluang usaha baru berbasis pemanfaatan limbah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *