Sri Untari Gandeng Disnaker Latih Ibu Rumah Tangga Malang Raya Jadi Pelaku Usaha

Sketsamalang.com – Upaya menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sekaligus memperkuat ekonomi keluarga terus dilakukan Anggota DPRD Jawa Timur, Dr. Sri Untari Bisowarno, M.A.P. Melalui realisasi Pokok-Pokok Pikiran (Pokir), Sri Untari menggandeng Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) untuk menggelar pelatihan kerja berbasis komunitas bagi perempuan di Malang Raya.

Program tersebut dikemas melalui sistem *Mobile Training Unit* (MTU) dan menyasar kaum perempuan serta ibu rumah tangga agar memiliki keterampilan produktif yang dapat dijalankan dari rumah. Pelatihan berlangsung selama satu bulan dan baru saja resmi ditutup.

Adapun empat jenis pelatihan yang digelar meliputi pelatihan *Make Up Artist* (MUA) di Koperasi Setia Budi Wanita (SBW) Malang, pelatihan MUA di Koperasi Mekarsari Ngantang, pelatihan menjahit di Kopwan Cempaka Turen, serta pelatihan pembuatan kue atau *bakery* yang dipusatkan di Balai Latihan Kerja (BLK).

Sri Untari yang juga menjabat Ketua Koperasi SBW Malang menjelaskan, program ini dirancang tidak hanya memberikan keterampilan, tetapi juga memastikan peserta dapat langsung menjalankan usaha setelah pelatihan selesai.

“Pelatihan ini berjalan selama satu bulan penuh. Setelah lulus, masing-masing koperasi tempat mereka bernaung akan memberikan dukungan fasilitas kerja. Misalnya, lulusan pelatihan menjahit yang belum memiliki modal akan dipinjami mesin jahit. Begitu juga lulusan pelatihan MUA akan difasilitasi perlengkapan kosmetik agar bisa langsung membuka jasa,” ujar Sri Untari, Senin (18/5/2026).

Dalam skema kolaborasi tersebut, Disnaker bertugas menyediakan alat, bahan pelatihan, modul, konsumsi, hingga uang transportasi peserta. Sementara koperasi berperan menyiapkan peserta sekaligus mengawal keberlanjutan usaha mereka.

Menurut politisi PDI Perjuangan itu, program pelatihan berbasis koperasi menjadi solusi konkret untuk menciptakan kemandirian ekonomi perempuan tanpa harus meninggalkan tanggung jawab domestik di rumah.

“Konstituen saya sebagian besar ibu-ibu. Dengan keterampilan ini, mereka bisa tetap mengurus keluarga sekaligus membantu menambah penghasilan. Kami optimistis program seperti ini mampu menekan angka pengangguran terbuka dan memperkuat ekonomi rumah tangga,” katanya.

Sri Untari menegaskan akan terus mengawal program pelatihan serupa di wilayah Malang Raya sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat berbasis koperasi dan ekonomi kerakyatan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *