Sketsamalang.com — Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) melalui Museum Anatomi Departemen Keilmuan Anatomi Histologi menggelar Seminar Edukasi Museum Anatomi bagi guru biologi SMA yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Biologi se-Malang Raya. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran anatomi di sekolah melalui pendekatan langsung, interaktif, dan berbasis teknologi.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta diperkenalkan pada koleksi museum, fungsi edukatifnya, serta prinsip etika dalam penggunaan preparat anatomi, baik makroskopis maupun mikroskopis. Peserta juga melakukan observasi langsung terhadap berbagai sistem tubuh manusia, seperti sistem rangka, otot, saraf, dan reproduksi. Selain itu, diperkenalkan fasilitas virtual histologi dan praktik mikroskop secara langsung sebagai bagian dari inovasi pembelajaran digital.
Ketua Departemen Keilmuan Anatomi Histologi sekaligus Direktur Museum Anatomi FK UB, Dr. dr. Rita Rosita, M.Kes., menjelaskan bahwa seminar ini dirancang untuk memperkuat pemahaman guru terhadap materi sistem tubuh manusia yang diajarkan kepada siswa kelas XI sesuai kurikulum biologi.
“Melalui kegiatan ini, guru dapat belajar langsung menggunakan organ atau kadaver asli sehingga memperoleh pemahaman tiga dimensi serta konteks kesehatan secara lebih komprehensif,” ujarnya.
Ia menambahkan, pendekatan tersebut tidak hanya memberikan pemahaman anatomi yang akurat dan kontekstual, tetapi juga meningkatkan literasi kesehatan para guru. Dengan demikian, proses pembelajaran di kelas diharapkan menjadi lebih efektif dan berkualitas.
Hingga saat ini, Museum Anatomi FK UB memiliki puluhan preparat tubuh manusia yang diawetkan, mencakup berbagai sistem tubuh, seperti sistem muskuloskeletal, sistem saraf, sistem kardiovaskular, sistem respirasi, organ reproduksi, serta organ dalam.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari pengembangan visi Museum Anatomi FK UB sebagai pusat studi dan riset sistem tubuh manusia. Awalnya, fasilitas tersebut hanya diperuntukkan bagi mahasiswa FK UB, namun kini diperluas untuk menjangkau siswa SMA hingga institusi pendidikan lainnya.
“Kami membuka akses pembelajaran tidak hanya untuk mahasiswa FK UB, tetapi juga siswa SMA. Ke depan, kami akan merangkul fakultas kedokteran dan kesehatan lain yang membutuhkan fasilitas pembelajaran anatomi, terutama yang belum memiliki sarana kadaver atau laboratorium yang memadai,” jelasnya.
Dalam proses pembelajaran, Museum Anatomi FK UB memanfaatkan berbagai fasilitas, mulai dari organ asli sebagai media utama, manekin atau model anatomi sebagai pendukung, hingga teknologi digital seperti virtual reality (VR) yang memungkinkan pengguna menjelajahi sistem tubuh manusia secara virtual.
Dengan kelengkapan tersebut, Museum Anatomi FK UB diharapkan dapat menjadi pusat unggulan (center of excellence) dalam studi dan riset anatomi manusia, khususnya di wilayah Malang dan Jawa Timur.
Rita menyebutkan, keberadaan museum anatomi di Indonesia masih terbatas. Di Jawa Timur, fasilitas serupa masih sangat sedikit, sehingga kehadiran Museum Anatomi FK UB menjadi salah satu yang menonjol.
Terkait akses kunjungan, ia menegaskan bahwa museum terbuka untuk kegiatan edukasi anatomi, termasuk bagi siswa. Namun, kunjungan umum bersifat terbatas dan akan diarahkan melalui Museum Tubuh Bagong di Kota Batu.
“Untuk masyarakat umum, Museum Tubuh Bagong dapat menjadi sarana pembelajaran dasar, sementara di sini lebih pada pembelajaran lanjutan atau yang bersifat spesifik,” pungkasnya.






