Membatik dalam Harmoni Pelangi: Langkah Kecil Celina dan Komunitas BBF Malang Rayakan Inklusi Lewat Budaya

Sketsamalang.com – Semangat inklusi dan cinta budaya berpadu dalam acara kolaboratif bertajuk “Melangkah Bersama dalam Harmoni Pelangi”, yang digagas oleh Komunitas Langkah Kecil Celina bersama Komunitas Belajar Bareng Faiz (BBF).

Bertempat di Malang Creative Center (MCC),
Kegiatan ini menghadirkan sesi membatik bersama penyandang disabilitas sebagai bagian dari perayaan Hari Kebudayaan Nasional 2025, Rabu (22/10/2025).

Advokasi Budaya oleh Generasi Muda

Langkah Kecil Celina merupakan gerakan advokasi yang telah berjalan selama dua tahun, digagas oleh Celina Cahya Pratista, siswi SMA Negeri 9 Malang berusia 15 tahun. Celina dikenal sebagai Puteri Kebudayaan Remaja Indonesia – Best Advokasi 2025, sekaligus Putri Kebudayaan Remaja Jawa Timur 2025.

Melalui program ini, Celina berupaya menjembatani dunia kebudayaan dengan isu-isu inklusifitas di kalangan generasi muda.

Celina founder Advokasi Langkah Kecil

Kolaborasi Inspiratif Komunitas Inklusif

Komunitas BBF sendiri merupakan wadah belajar yang digagas oleh Faiz Sofyan Nur Rahman, penyandang Down Syndrome berusia 7 tahun, bersama ibunya, Sri Rahayu, yang juga penyandang ADHD.

Kolaborasi dengan Langkah Kecil Celina menghadirkan energi baru dalam kegiatan BBF, sekaligus memperkuat semangat keberagaman dan saling menghargai.

Acara membatik ini diikuti sekitar 15 penyandang disabilitas bersama para pendamping. Suasana semakin hangat dengan kehadiran Putra Putri Kebudayaan Jawa Timur 2025 (PPKJT) yang turut serta memberikan dukungan moral dan semangat.

Teknik Membatik dalam Semangat Gotong Royong

Dalam kegiatan ini, peserta menggunakan berbagai teknik membatik, seperti batik cap, batik tulis, dan batik ciprat, yang dikerjakan secara gotong royong antara penyandang disabilitas, pendamping, dan anggota PPKJT.

Perpaduan teknik tersebut mencerminkan semangat kolaborasi dan harmoni, sejalan dengan tema “Harmoni Pelangi”.
Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi, mengerjakan setiap pola dan cipratan warna dengan sabar dan penuh dedikasi. Hal ini membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya dan melestarikan budaya.

Apresiasi dan Harapan untuk Inklusi

Pendiri Komunitas BBF, Sri Rahayu, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya terhadap inisiatif Langkah Kecil Celina.

“Saya sangat mengapresiasi Komunitas Langkah Kecil Celina yang begitu peduli terhadap warisan budaya dan dunia inklusi. Ini bentuk nyata dukungan generasi muda Kota Malang untuk menjadikan kota ini semakin inklusif. Anak-anak muda seperti mereka patut didukung ide-ide kreatifnya yang humanis,” ujarnya.

Sementara itu, Celina mengaku senang bisa berinteraksi langsung dengan teman-teman difabel.

“Seru banget kegiatannya. Ternyata mereka bisa membatik, walaupun dilakukan pelan-pelan. Mereka ramah dan lucu. Semoga nanti bisa belajar bareng lagi,” tutur Celina, yang berharap para penyandang disabilitas mendapatkan ruang yang sama untuk berkarya.

Dari kanan: Raynald , Regina , Celina, Vano (Putra Putri Kebudayaan Remaja Jawa Timur 2025 – PPKJT)

Hal senada disampaikan oleh Vano, Regina, dan Reynald, perwakilan Putra Putri Kebudayaan Remaja Jawa Timur 2025. Mereka menyebut pengalaman bersama “Sahabat Faiz” sebagai momen berharga yang menumbuhkan empati dan semangat kerja sama lintas perbedaan.

Sinergi untuk Budaya dan Inklusi

Kegiatan ini terselenggara berkat dukungan Paguyuban Duta Kebudayaan Kota Malang, Putra Putri Kebudayaan Jawa Timur (PPKJT), dan akademisi Polinema.

Kolaborasi ini menegaskan komitmen berbagai pihak untuk memajukan kebudayaan sekaligus mewujudkan masyarakat yang inklusif dan berempati.

Aksi Langkah Kecil Celina dan Komunitas BBF menjadi contoh nyata bagaimana generasi muda berperan penting dalam pelestarian budaya sekaligus advokasi inklusi sosial. Kegiatan semacam ini diharapkan terus tumbuh, memberikan ruang ekspresi dan kesempatan setara bagi seluruh anak bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *