Semarak Penutupan I-YES 2025, Mahasiswa Asing Tampilkan Budaya Indonesia

Sketsamalang.com – Fakultas Humaniora sukses menggelar penutupan acara International Youth Enhancing Study (I-YES) yang berlangsung selama satu minggu. Acara ini menjadi puncak rangkaian program berbasis internasional milik Fakultas Humaniora UIN Malang. Penutupan I-YES dilaksanakan di Gedung Fakultas Humaniora, tepatnya di Home Theater.

I-YES merupakan program pengenalan budaya Indonesia yang mengkolaborasikan mahasiswa lokal dengan mahasiswa dari berbagai negara. Program tahunan ini telah diselenggarakan oleh Fakultas Humaniora selama empat tahun berturut-turut.

Acara penutupan dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Malang, Prof. H. Triyo Supriyatno, M.Ag., Dekan Fakultas Humaniora Dr. M. Faisol, M.Ag., jajaran dosen, duta kampus UIN Malang, serta panitia dan peserta I-YES yang berjumlah 30 orang.

Peserta I-YES tahun ini berasal dari 20 negara, terdiri atas 20 mahasiswa internasional dan 10 mahasiswa dari Indonesia yang dibagi menjadi 5 mahasiswa Sastra Inggris dan 5 mahasiswa Sastra Arab. Pemilihan peserta dilakukan melalui penyebaran formulir pendaftaran yang dikirim ke berbagai lembaga dan mitra kerja sama UIN Malang.

Penampilan Waka Waka (This Time for Africa) oleh peserta I-YES 2025. (Schifra Nailah)

Ketua pelaksana I-YES 2025, Dr. Lina Hanifiyah, M.Pd., mengungkapkan bahwa jumlah pendaftar mencapai 144 orang karena tingginya antusiasme.

“Karena ini sudah yang keempat kalinya, acara I-YES semakin dikenal. Banyak peserta yang mengetahui program ini dari teman atau saudaranya,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa beberapa calon peserta merupakan pendaftar dari tahun sebelumnya, namun pihak fakultas memberikan prioritas kepada peserta baru agar semakin banyak yang bisa mengenal budaya Indonesia.

“Dari 44 mahasiswa lokal yang kami seleksi, kami memilih 10 orang, masing-masing 5 dari Sastra Inggris dan 5 dari Sastra Arab. Tujuannya agar mereka bisa menjadi pemandu wisata, berbagi budaya, dan mempraktikkan materi yang sudah mereka pelajari di kelas secara langsung,” jelasnya.

Sesuai dengan tujuan awalnya, I-YES berfokus untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia kepada mahasiswa internasional.

“Tujuannya untuk mengenalkan kebudayaan Indonesia. Jadi, materi yang kami siapkan sudah disesuaikan dengan konsep tersebut,” tambahnya.

Materi yang diberikan dalam acara ini mencakup Indonesia Insight, Cultural Diversity, serta kegiatan praktis seperti menari, membatik, dan permainan tradisional seperti panggul tempe dan bakiak panjang.

Setelah lima hari menjalani rangkaian kegiatan, acara penutupan I-YES 2025 berlangsung meriah. Para peserta menampilkan berbagai pertunjukan, mulai dari musik, puisi dalam berbagai bahasa, hingga tarian dan nyanyian lagu Waka Waka (This Time for Africa) yang dipopulerkan oleh Shakira.

Suasana di Home Theater terasa hangat dan penuh semangat. Acara ditutup dengan penyerahan cinderamata kepada seluruh peserta I-YES serta pemberian penghargaan bagi peserta terbaik di setiap kategori:

* Indonesian Insight: Md Rizwan Khan (India)
* Best Performance in Cultural Diversity: Prince Sheku Tongos Marah (Sierra Leone)
* Folk Games: Oumar Bagayoko (Mali)
* Folk Music: Faroq Ali Hussein Qazwan (Yaman)
* Batik Class: Khosiyat Sultonova (Tajikistan)
* Folk Dance: Oumar Bagayoko (Mali)
* School Visit: Omary Ahmed Mohamed (Tanzania)

Nominasi Best of The Best kembali diraih oleh Oumar Bagayoko dari Mali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *