Sketsamalang.com – Proses pendaftaran Bakal Calon (Bacalon) Ketua DPD Partai Golkar Kota Malang periode 2025-2030 resmi ditutup tepat pukul 15.00 WIB, Sabtu (13/12/2025).
Hingga batas akhir pendaftaran, tercatat tiga nama yang mendaftarkan diri dan dinyatakan lolos verifikasi awal untuk melanjutkan ke tahapan Musyawarah Daerah (Musda).
Ketua Steering Committee (SC) Musda XI Partai Golkar Kota Malang, Yuliono, menyampaikan bahwa seluruh tahapan pendaftaran berjalan lancar. Tiga pendaftar tersebut yakni Rudy Nugroho, Joko Prihatin, dan H. Mochammad Anton.
“Proses pendaftaran sudah kami tutup pukul 15.00 WIB. Ada tiga bakal calon yang mendaftar, dan seluruhnya telah mengembalikan berkas pendaftaran kepada panitia,” ujar Yuliono.
Ia menjelaskan, meskipun masih terdapat beberapa dokumen administrasi yang belum lengkap, panitia memberikan kesempatan kepada para bakal calon untuk melengkapinya hingga batas waktu yang telah ditentukan.
“Apabila masih ada kekurangan administrasi seperti SKCK, surat pernyataan bebas G30S/PKI, atau pas foto, kami beri waktu untuk dilengkapi sampai malam ini, paling lambat pukul 20.00 WIB,” jelasnya.

Setelah seluruh dokumen dinyatakan lengkap, berkas pendaftaran akan diserahkan kepada tim Musda untuk ditetapkan dan diumumkan sebagai bakal calon yang berhak mengikuti Musda DPD Partai Golkar Kota Malang.
“Berdasarkan hasil verifikasi awal, ketiga bakal calon dinyatakan memenuhi syarat untuk melangkah ke tahapan berikutnya,” tambah Yuliono.
Salah satu bakal calon Ketua DPD Golkar Kota Malang, H. Mochamad Anton atau yang akrab disapa Abah Anton, menyampaikan alasan pencalonannya. Ia mengakui sebagai figur baru dalam struktur Partai Golkar, namun menegaskan keseriusannya untuk membesarkan partai di Kota Malang.
“Saya memang pendatang baru, tetapi saya masuk ke Golkar dengan niat yang sungguh-sungguh. Saya ingin Golkar di Kota Malang menang dan mampu bersaing,” ujar mantan Wali Kota Malang itu.
Ia menyebutkan bahwa keputusannya maju tidak lepas dari dorongan para senior dan sesepuh Partai Golkar Kota Malang, serta dukungan kuat dari tingkat akar rumput di lima kecamatan.
“Dukungan itu datang dari bawah hingga para sesepuh. Banyak yang datang langsung dan meminta saya untuk ikut. Harapan mereka sama, Golkar Kota Malang ke depan harus lebih kuat dan kompetitif pada Pemilu 2029,” ujarnya.
Terkait syarat dukungan minimal 30 persen, Anton mengaku optimistis telah memenuhi ketentuan tersebut. Menurutnya, dukungan yang terlihat sejak proses pendaftaran menunjukkan respons positif dari kader dan struktur partai.
“Dari dinamika pendaftaran sudah terlihat dukungan yang cukup besar. Ini berangkat dari keinginan bersama, dari akar rumput sampai para senior, agar Golkar mengalami perubahan ke depan. Jadi, benar-benar ingin supaya 2029 kita Pemilu mantap,” tandasnya.
Ia menegaskan bahwa apapun hasil Musda nantinya, keputusan akhir tetap akan diserahkan kepada mekanisme partai, baik di tingkat DPD Provinsi maupun DPP Partai Golkar.






