Mahasiswa Teknik Sipil UNITRI Raih Juara 1 LKTI Nasional Kategori Best Poster

Sketsamalang.com – Tim mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang berhasil meraih Juara 1 kategori Best Poster. Dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Nasional yang berlangsung 6-9 November 2025 di Universitas Jambi.

Capaian prestasi ini sebagai bukti bahwa UNITRI semakin kuat sebagai kampus yang menumbuhkan budaya riset, inovasi, dan kolaborasi ilmiah di kalangan mahasiswa.

Tim yang terdiri dari Karolina Vavin Mulyadi, Batildus Fardianus Deot, dan Klaudius Sendy Diaz menghadirkan karya inovatif berjudul “Pemanfaatan Pizoelektrik Terintegrasi IoT pada Struktur Jembatan Pintar untuk Pemantauan dan Suplai Daya Mandiri di Era 4.0.”

Karya ini menawarkan solusi untuk memantau kondisi jembatan secara real time. Sekaligus menghasilkan energi listrik secara mandiri, memanfaatkan teknologi pizoelektrik dan sistem Internet of Things (IoT).

“Kami terinspirasi dari kondisi energi listrik yang mulai langka di Indonesia. Kami ingin menciptakan solusi yang bisa memantau kondisi jembatan sekaligus menghasilkan energi sendiri” ujar Ketua Tim, Karolina saat diwawancarai.

Usai memgikuti lomba ini, Karolina dan timnya berencana melanjutkan penelitian ke tahap publikasi jurnal ilmiah dan mengembangkan prototipe jembatan pintar yang siap diterapkan di lapangan.

“Kami ingin karya ini benar-benar bermanfaat dan bisa digunakan untuk meningkatkan keamanan jembatan di Indonesia,” tutur Karolina.

Sementara itu, Kreativitas dan Pembinaan yang Berjalan Selaras Kesuksesan tim ini tidak lepas dari bimbingan Blima Oktavisastuti, S.Pd., M.Pd.

Menurutnya, keberhasilan mahasiswa. UNITRI di tingkat nasional ini berawal dari inisiatif Program Studi Teknik Sipil yang telah membentuk sebuah komunitas akademik bernama Unit Pembinaan Ilmiah “Cremona Grafika”. Yang berfungsi sebagai study club bagi mahasiswa yang memiliki minat dan dedikasi tinggi dalam mengikuti berbagai kompetisi ilmiah.

Unit ini secara rutin menyelenggarakan coaching clinic serta mentoring intensif yang dibimbing langsung oleh dosen-dosen yang kompeten dan relevan di bidangnya.

“Kami membuat komunitas dengan mencari mahasiswa yang memang niat untuk dibimbing mengikuti lomba. Setelah menemukan kompetisi yang sesuai bidang sipil, kami mulai mengerjakan proyeknya bersama,” jelasnya.

Proses pembimbingan berlangsung selama tiga minggu mulai dari penentuan ide, penulisan proposal, hingga simulasi presentasi. Blima menegaskan bahwa ide penelitian sepenuhnya berasal dari mahasiswa, sedangkan peran dosen adalah memberikan penguatan konseptual dan membantu mereka tampil lebih percaya diri saat presentasi.

“Saya pribadi sangat bangga dan terharu. Alhamdulillah, usaha anak-anak membuahkan hasil dengan meraih juara 1 nasional,” ujarnya penuh bangga.

Pelepasan Tim mahasiswa Program Studi Teknik Sipil UNITRI oleh Wakil Rektor II

UNITRI Bangun Tradisi Baru: Riset Sejak Dini

Baik dosen pembimbing maupun pimpinan prodi sepakat bahwa keberhasilan ini menjadi momentum penting bagi UNITRI untuk memperkuat budaya riset sejak dini. Mahasiswa diharapkan tidak hanya meneliti menjelang skripsi, melainkan mulai berinovasi dan berkompetisi sejak semester awal.

“Riset tidak harus menunggu skripsi. Semakin cepat mahasiswa belajar riset, semakin matang mereka menghadapi tantangan akademik dan dunia kerja,” ujar Blima.

Peran Strategis Prodi: Membangun Ekosistem Kompetitif dan Inovatif

Senada, Kepala Program Studi Teknik Sipil UNITRI, Handika Setya Wijaya, M.T., turut memberikan apresiasi tinggi atas capaian tersebut. Menurutnya, kemenangan ini adalah bukti nyata dari kualitas akademik dan inovasi mahasiswa Teknik Sipil UNITRI.

“Kami sangat bangga dan mengapresiasi tinggi capaian luar biasa ini. Keberhasilan meraih juara nasional ini adalah bukti nyata dari kualitas akademik, inovasi, dan kerja keras mahasiswa kami. Ini menunjukkan bahwa kurikulum dan pembinaan yang kami lakukan berjalan efektif,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa prestasi ini memiliki dampak langsung terhadap reputasi dan citra Program Studi Teknik Sipil di tingkat nasional.

“Prestasi ini adalah validasi eksternal terhadap kualitas akademik kami. Dampaknya signifikan meningkatkan kepercayaan masyarakat, menarik minat calon mahasiswa, dan memperkuat posisi kami di mata mitra industri,” lanjutnya.

Menurutnya, lomba LKTI kali ini cukup menantang karena tidak hanya menilai kedalaman metodologi penelitian. Tetapi juga kemampuan mahasiswa menyajikan penelitian dalam bentuk visual yang ringkas, menarik, dan mudah dipahami publik.

“Kemenangan ini menjadi bukti bahwa UNITRI tidak hanya mencetak lulusan berkualitas, tetapi juga melahirkan inovator muda yang siap bersaing di tingkat nasional,” pungkasnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *