Sketsamalang.com – Kampus 2 Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang selama dua pekan, mulai 19 hingga 31 Januari 2026, bakal menjadi area kerja lapangan bagi 68 siswa kelas XII Program Keahlian Teknik Geomatika SMKN 1 Singosari. Sebanyak 10 hektare lahan kampus dari total luas 65 hektare dimanfaatkan sebagai lokasi Project Based Learning (PBL) pembuatan peta skala besar.
Ketua Program Studi Teknik Geodesi S-1 ITN Malang, Dedy Kurnia Sunaryo, S.T., M.T., menyambut positif kepercayaan yang diberikan kepada ITN Malang sebagai lokasi proyek. Menurutnya, bidang Geodesi dan Geomatika memiliki akar keilmuan yang sama, sehingga kolaborasi tersebut dinilai tepat dan strategis.
Dedy Kurnia Sunaryo, yang akrab disapa DK Sunaryo, menegaskan bahwa Teknik Geodesi ITN Malang sebagai salah satu program studi tertua di Jawa Timur terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Ia mengingatkan para siswa untuk mulai bersiap menghadapi pergeseran industri ke arah kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
“Saat ini kalian masih menggunakan total station dan drone, tetapi ke depan hampir semua proses akan berbasis AI. Data hasil drone akan langsung diolah secara otomatis. Teknologi tidak untuk dihindari, melainkan harus dikuasai,” tegasnya.

Pada hari pertama kegiatan, DK Sunaryo bersama jajaran pimpinan ITN Malang menyambut langsung kedatangan para siswa. Ia juga menjelaskan bahwa riset di Teknik Geodesi tidak hanya terbatas pada pemetaan darat, tetapi mencakup tiga matra, termasuk pemetaan laut melalui laboratorium lapangan di kawasan Sendang Biru.
Sementara itu, Kepala Konsentrasi Keahlian Teknik Geomatika SMKN 1 Singosari, Widya Prajna, S.T., menjelaskan bahwa PBL kali ini dirancang sebagai simulasi dunia kerja. Para siswa dibagi dalam struktur organisasi layaknya perusahaan, mulai dari manajer proyek hingga surveyor.
“Kami memilih ITN Malang karena sudah memiliki kerja sama, sehingga secara administrasi lebih mudah, serta lokasinya relatif dekat. Harapannya, dosen Teknik Geodesi ITN dapat menguji langsung laporan siswa, sehingga mereka memperoleh pengalaman presentasi di hadapan para ahli yang belum mereka kenal,” ujar Widya.
Menurutnya, Kampus 2 ITN Malang sangat representatif untuk pembelajaran karena memiliki beragam objek pemetaan, seperti gedung, jalan, lapangan, lahan kosong, hingga area dengan tutupan vegetasi yang menantang. Proyek ini ditargetkan menghasilkan produk akhir berupa foto udara, peta topografi, serta peta tiga dimensi (3D modeling) Kampus 2 ITN Malang secara detail.
Bagi para siswa, praktik lapangan di Kampus 2 ITN Malang menghadirkan tantangan yang lebih besar dibandingkan pembelajaran di sekolah. Jika selama ini mereka terbiasa bekerja di lahan terbatas, kali ini mereka harus memetakan area seluas 10 hektare.
Amelia Susanti, salah satu siswa yang bertugas mengoperasikan total station, mengungkapkan bahwa tingkat ketelitian menjadi tantangan utama. “Jika koreksi data tidak sesuai, pengukuran harus diulang dari awal. Belum lagi kendala cuaca, karena saat hujan proses pengambilan data harus dihentikan,” tuturnya.
Selain kendala teknis, tantangan lain juga muncul dalam kerja tim. Salma Awanis, selaku manajer proyek, mengaku bahwa mengelola dinamika antaranggota tim menjadi ujian tersendiri. “Mengatur ego teman-teman justru yang paling sulit. Setiap hari kami melakukan evaluasi untuk mencari solusi agar progres pekerjaan tetap berjalan,” ujarnya.
Meski harus bekerja di bawah terik matahari dan terkadang terkendala hujan, para siswa mengaku menikmati kegiatan tersebut. Tim Kerangka Kontrol Horizontal (KKH) yang terdiri atas Maya, Azril, dan Silvi menyebutkan bahwa suasana Kampus 2 ITN Malang yang sejuk membuat proses pengambilan data terasa lebih nyaman dan tidak membosankan.
Lebih dari sekadar praktik lapangan, kolaborasi ini menjadi bekal awal bagi para siswa sebelum terjun ke dunia kerja. Dengan dukungan fasilitas laboratorium yang memadai serta kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, Teknik Geodesi ITN Malang menegaskan perannya sebagai wadah pengembangan calon profesional di bidang pemetaan dan geospasial.






